• Kamis, 8 Desember 2022

Eropa Perlu 'Sadar' agar Hubungan dengan Rusia Bisa Diperbaiki, Maksudnya?

- Minggu, 3 April 2022 | 05:50 WIB
Bendera Rusia diturunkan di luar gedung Dewan Eropa di Strasbourg, Prancis pada 16 Maret 2022. (AFP / Jean-Francois Badias)
Bendera Rusia diturunkan di luar gedung Dewan Eropa di Strasbourg, Prancis pada 16 Maret 2022. (AFP / Jean-Francois Badias)

KLIKANGGARAN--Memperbaiki hubungan antara Rusia dan Eropa masih mungkin, tetapi itu hanya akan terjadi ketika yang terakhir "sadar dari bourbon Amerika" dan menyingkirkan pengaruh AS, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Sabtu.

“Selalu ada solusi. Dari konfrontasi apa pun, dari situasi sulit apa pun, selalu ada jalan keluar,” kata Peskov kepada media Rusia.

Hubungan Rusia-Uni Eropa, bagaimanapun, tidak mungkin membaik dalam waktu dekat, akunya. Moskow mengharapkan itu terjadi hanya ketika Eropa menyadari bahwa itu, dan bukan AS, yang bertanggung jawab atas nasibnya sendiri, tambahnya.

“Ketika orang-orang Eropa sedikit sadar dari bourbon Amerika, dan ketika mereka akhirnya menyadari bahwa kita harus mengurus sendiri nasib benua kita, Eropa, bahkan mungkin Eurasia, maka itu akan terjadi – itu bukan masalah bagi kita. masa depan terdekat - tetapi kemudian saatnya akan tiba untuk menilai kembali hubungan kita,” kata juru bicara Rusia itu sebagaimana dikutip RT.com.

Baca Juga: Setelah Lima Bulan Negosiasi, Israel Menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Uni Emirat Arab

Hubungan yang sudah tegang antara Rusia dan Uni Eropa memasuki spiral ke bawah setelah Moskow melancarkan serangan militer skala besar di Ukraina pada akhir Februari.

Eropa menanggapi dengan gelombang besar sanksi anti-Rusia baru, yang menargetkan sektor keuangan dan energi Rusia, menyensor media, dan memutuskan hubungan perjalanan.

Moskow melancarkan serangan terhadap negara tetangganya menyusul kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada tahun 2014, dan pengakuan akhirnya Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Twitter dan Para Aktivis di Timur Tengah

Sabtu, 19 November 2022 | 09:01 WIB

Elon Musk Curhat Twitter Ditinggal Pengiklan

Minggu, 6 November 2022 | 08:52 WIB
X