• Minggu, 26 Juni 2022

Kemenkes sedang Investigasi Penyebab Hepatitis Akut Misterius, Masyarakat Diminta Hati-Hati dan Tetap Tenang

- Rabu, 4 Mei 2022 | 11:30 WIB
Kemenkes sedang melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab hepatitis akut. (InfoPublik.id)
Kemenkes sedang melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab hepatitis akut. (InfoPublik.id)

 

KLIKANGGARAN – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini sedang melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab kejadian hepatitis akut misterius yang telah menyebabkan 3 anak di Jakarta meninggal dunia.

Juru bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi pada Selasa (3/5/2022) mengatakan, investigasi dilakukan melalui melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.

Siti Nadia Tarmizi menambahkan, saat ini Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

Baca Juga: Idul Fitri 2022: Shah Rukh Khan Berbagi Selfie Dengan Penggemar yang Berkumpul di Luar Mannat

Selama masa investigasi untuk mencari tahu penyebab Hepatitis Akut tersebut, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang.

Kemenkes seperti dijelaskan Siti Nadia Tarmizi juga meminta masyarakat melakukan sejumlah hal untuk mencegah Hepatitis Akut antara lain dengan mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat,“ kata Nadia seperti yang dikutip Klikanggaaran Selasa (3/5/2022).

Baca Juga: Patahkan Laporan Pelecehannya, Hotman Paris Tunjukkan Foto Seksi Kiriman Iqlima Kim

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: InfoPublik.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X