• Minggu, 14 Agustus 2022

Rusia Menuduh Ukraina Menyembunyikan Kerugian Perang kepada Rakyatnya

- Minggu, 17 April 2022 | 05:46 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, tengah, menghadiri pertemuan darurat dengan pejabat senior setelah Rusia mengumumkan "operasi militer khusus," di Kiev, Ukraina, 24 Februari 2022. ( AP / Kantor Pers Kepresidenan Ukraina)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, tengah, menghadiri pertemuan darurat dengan pejabat senior setelah Rusia mengumumkan "operasi militer khusus," di Kiev, Ukraina, 24 Februari 2022. ( AP / Kantor Pers Kepresidenan Ukraina)

KLIKANGGARAN -- Ukraina telah menderita "kerugian yang tidak dapat diperbaiki" sekitar 23.367 tentara sejak Rusia melancarkan serangan militernya pada Februari, Kementerian Pertahanan di Moskow menyatakan pada hari Sabtu, sebagaimana dilansir RT.com.

Jumlah korban diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, yang mengatakan bahwa di kota Mariupol saja Ukraina telah kehilangan lebih dari 4.000 pejuang, termasuk “tentara bayaran asing” dan “Nazi” yang terkait dengan resimen Azov dan Aidar yang terkenal kejam.

Dalam sebuah pernyataan, sang jenderal menuduh Presiden Volodymyr Zelensky menyembunyikan skala sebenarnya dari kerugian negaranya, dengan mengatakan presiden "takut memberi tahu rakyat Ukraina" berapa banyak tentara yang tewas akibat berperang dengan Rusia.

Baca Juga: Ikuti 5 Tips Ini Agar Kamu Tetap Produktif Saat Berpuasa

Konashenkov menjelaskan bahwa Rusia telah memperoleh dokumen yang membuktikan angka tersebut, dan akan segera mempublikasikan informasi lebih rinci dari file-file ini.

Ukraina mengklaim telah kehilangan antara 2.500 dan 3.000 tentara di seluruh wilayahnya. Ini adalah angka yang diberikan Zelensky kepada CNN dalam sebuah wawancara pada hari Jumat, sambil mengklaim bahwa militer Rusia telah menderita sebanyak 20.000 korban sendiri. Moskow sangat membantah klaim Zelensky. Menurut hitungan yang diterbitkan oleh pemerintah Rusia bulan lalu, lebih dari 1.3450 Rusia telah meninggal, pada saat itu.

Konashenkov mengatakan bahwa selama hari itu, pasukan Rusia meluncurkan serangan rudal presisi tinggi di enam lokasi peralatan militer Ukraina dan tujuh benteng pasukan, sementara aset udara Rusia menghancurkan 67 lokasi pasukan dan peralatan.

Baca Juga: Inilah Elkan Bagott, Orang Indonesia Pertama yang Bermain di Sepak Bola Inggris Profesional

Pasukan Rusia menembak jatuh sebuah pesawat angkut militer Ukraina di dekat Odessa, Konashenkov juga mengklaim, menyatakan bahwa pesawat itu “mengirimkan sejumlah besar senjata yang dipasok ke Ukraina oleh negara-negara Barat.” Rusia sebelumnya telah menyatakan bahwa pengiriman senjata asing semacam itu akan dianggap sebagai “target yang sah” oleh pasukannya.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X