• Jumat, 30 September 2022

Hari Kretek Nasional, Mengapa Disebut Rokok Kretek? Ini Sejarahnya

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 22:21 WIB
Sejarah Rokok Kretek (Dok.klikanggaran.com/KR)
Sejarah Rokok Kretek (Dok.klikanggaran.com/KR)

Jakarta, Klikanggaran.com – Hari Kretek dipilih pada tanggal 3 Oktober, bertepatan dengan waktu pendirian Museum Kretek di Kudus, 3 Oktober 1986. Kretek diartikan sebagai rokok yang terbuat dari campuran tembakau dan cengkeh.

Mengapa disebut kretek? Beberapa sumber menyebutkan, rokok kretek adalah rokok yang menggunakan tembakau asli yang dikeringkan, kemudian dipadukan dengan saus cengkih. Saat dihisap terdengar bunyi kretek-kretek, maka disebutlah rokok kretek.

Rokok kretek berbeda dengan rokok yang menggunakan tembakau buatan. Jenis cerutu merupakan simbol rokok kretek yang luar biasa. Semuanya alami tanpa ada campuran apa pun. Pembuatannya pun tidak bisa menggunakan mesin. Masih memanfaatkan tangan pengrajin.

Baca Juga: Ahok Bersikap Tegas, Netizen: Enak Mana Pak, Ngurus Pertamina atau Jakarta?

Menurut beberapa sumber, salah satunya adalah Wikipedia, kisah kretek bermula dari Kota Kudus. Tak jelas memang asal-usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah orang-orang yang hidup di kalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19.

Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkih. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkih dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.

Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkih. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya, Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini pun menyebar dengan cepat.

Baca Juga: Peringatan Keras Ahok Terhadap Kontraktor Kilang RDMP Balikpapan, CERI: Penegak Hukum Seyogyanya Ambil Sikap

Permintaan "rokok obat" ini pun mengalir. Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkih. Lantaran ketika dihisap, cengkih yang terbakar mengeluarkan bunyi "keretek", maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan "rokok kretek".

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X