• Senin, 5 Desember 2022

Tak Bayar Pajak dan Tak Berizin, Tim Terpadu Tertibkan Iklan Reklame Rokok

- Sabtu, 22 Mei 2021 | 00:49 WIB
IMG-20210522-WA0000
IMG-20210522-WA0000


Lubuklinggau,Klikanggaran.com - Puluhan iklan reklame rokok yang ada Disepanjang jalan HM Soeharto, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Selatan II, Kota Lubuklinggau, tidak membayar pajak/retribusi dan tidak megantoni izin sehingga dicopot oleh tim terpadu Pemerintah Kota Lubuklinggau.


Iklan reklame tersebut ditertibkan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Lubuklinggau nomor 7 tahun 2016 tentang pelaksanaan sosialisasi, pengawasan iklan rokok, iklan reklame dan iklan lainnya dalam wilayah Kota Lubuklinggau sehingga menjadi dasar dikeluarkan Surat Perintah Tugas nomor 090/17/dmp-ptsp/v/2021.


Tim Terpadu yang terdiri dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Lubuklinggau, Satpol PP Kota Lubuklinggau, dan Badan Pegelola Pajak Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Lubuklinggau, akan melakukan penertiban selama satu bulan kedepan yang dimulai pada 21 Mei hingga 21 Juni 2021 mendatang.


Kepala DPMPTSP Lubuklinggau, Hendra Gunawan, menegaskan penertiban iklan rokok reklame ataupun jenis iklan lainnya yang berada di pinggir jalan dan warung karena tidak membayar pajak dan tidak berizin, serta ada yang menyalahi tempat pada peruntukannya.


"Akan ditertibkan dengan menurunkan iklan tersebut untuk kemudian diamankan ke kantor DPMPTSP ataupun kantor Sat Pol PP Kota Lubuklinggau," ujar Hendra Gunawan, Jumat (21-5).


Selain itu, kata Hendra Gunawan, adapun iklan rokok yang dicopot petugas karena tidak membayar pajak dan tidak memiliki izin yaitu merek Djarum, Surya Gudang Garam, Matra, LA, dan Sampoerna.


Dikatakan Aan sapaan Hendra Gunawan, pihak dari produk iklan yang diamankan tersebut dapat mengambil kembali spanduk ataupun papan iklannya dengan catatan harus membuat izin terlebih dahulu serta sudah membayar pajak.


Hendra gunawan menambahkan, untuk konten iklan promosi harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan sebagai standar acuan dalam membuat iklan reklame.


Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kota Lubuklinggau, Taattullah, mengatakan sosialiasi dan penertiban iklan reklame yang melanggar aturan ini dilakukan untuk menciptakan wilayah Kota Lubuklinggau yang bersih dan juga sebagai peringatan agar membuat iklan reklame berdasarkan aturan yang telah ditetapkan Pemerintah. (*)

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X