• Kamis, 28 Oktober 2021

Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Wilayah Konsesi PT AAS Satu Orang Oknum Polri Diamankan

- Senin, 20 September 2021 | 17:15 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, Senin (20-09-2021) menggelar jumpa pers terkait kebakaran sumur minyak ilegal  (Klikanggaran/anuza)
Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, Senin (20-09-2021) menggelar jumpa pers terkait kebakaran sumur minyak ilegal (Klikanggaran/anuza)

Batang Hari -Jambi, Klikanggaran.com - Kebakaran Sumur minyak Ilegal pada hari Sabtu tanggal 18 September 2021 di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari tepatnya di wilayah Konsesi PT Agronusa Alam Sejahtera  (PT AAS) meledak dan hingga kini api belum bisa dipadamkan.

Kebakaran sumur minyak ilegal itu menyebabkan setidaknya ada dua hektar hutan terbakar.

Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, Senin (20-09-2021) menggelar jumpa pers terkait kebakaran sumur minyak ilegal tersebut di Mapolda Jambi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono kepada media mengatakan kejadian kebakaran sumur minyak ilegal tersebut pertama kali dilaporkan oleh Satgas udara Karhutla Provinsi Jambi pada hari Sabtu, 18 September 2021 sekitar pukul 10:00 WIB. 

Baca Juga: Ya Allah, Edi, Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring Lemas. Yuk Galang Bantuan untuk Pengobatannya!

Sigit menjelaskan, api diperkirakan berasal dari sumber titik illegal drilling atau sumur pengeboran minyak ilegal yang diawali insiden percikan api saat proses eksploitasi minyak ilegal, dan sampai dengan saat ini kondisi api masih belum padam, karena apinya sangat besar yang bersumber dari salah satu titik sumur minyak Ilegal yang memiliki sumber gas, dengan ketinggian api mencapai 20 meter ke atas.

"Saat ini, Satgas Karhutla Provinsi Jambi terus berusaha melakukan mitigasi bencana melalui operasi water bombing untuk melokalisir api agar tidak meluas," lanjutnya 

Operasi pemadaman juga dilakukan oleh pasukan pemadaman darat dengan dibantu Polres Batang Hari, Kodim 0415 Jambi dan BPBD Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Sarolangun bersinergi dengan PT Restorasi Ekosistem Konservasi Indonesia (REKI) dan PT AAS. 

"Kemarin sudah dilakukan operasi water bombing sebanyak 110 kali, sebanyak 400 ton digunakan untuk melokalisir area disekitaran api," jelasnya.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X