• Minggu, 28 November 2021

Benarkah Dana BOP Pesantren pada Kemenag jadi Lumbung Korupsi?

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 21:11 WIB
Kementerian Agama 003
Kementerian Agama 003


Jakarta,Klikanggaran.com - Kementerian Agama (Kemenag), melalui Bantuan Operasional (BOP) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam dan BPD Pesantren pada masa pandemi Covid-19 diberikan untuk membantu biaya operasional dan biaya kebutuhan pemenuhan protokol kesehatan serta bantuan pembelajaran jarak jauh yang diberikan dalam bentuk uang tunai.


Akan tetapi, dana tersebut diduga terkesan menjadi lumbung korupsi, pasalnya sebanyak 374 Lembaga Pendidikan menerima Bantuan Operasional dan Bantuan Pembelajaran Daring lebih dari satu kali senilai Rp7.785.000.000,00 dan ditemukan berbagai permasalahan, bahkan terdapat Pesantren yang tidak memiliki santri (sudah tidak aktif) justru menerima kucuran dana tersebut.


Berdasarkan data yang dihimpun Klikanggaran.com atas lampiran Surat Keputusan Penerima Bantuan, diketahui terdapat lembaga penerima BOP maupun BPD yang menerima bantuan ganda dan lembaga yang sudah tidak aktif menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar namun memperoleh bantuan.


Pasalnya, terdapat penerima BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam yang menerima lebih dari satu kali di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 23 lembaga sebesar Rp575.000.000,00, terdapat penerima BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam serta BPD Pesantren ganda di Provinsi Lampung sebanyak 30 lembaga sebesar Rp695.000.000,00, dan terdapat penerima BOP Pesantren ganda di Provinsi Jawa Barat, sebanyak 20 lembaga senilai Rp615.000.000,00 dan penyaluran kepada satu lembaga tidak aktif senilai Rp25.000.000,00.


Terdapat penerima BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam serta BPD
Pesantren ganda di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 72 lembaga senilai Rp1.780.000.000,00, dan terdapat penerima BOP dan BPD ganda di Provinsi Jawa Timur sebanyak 48 lembaga senilai Rp565.000.000,00, terdapat Penerima BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam serta BPD Pesantren ganda di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 43 lembaga senilai Rp560.000.000,00.


Selain itu juga terdapat penerima BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam serta BPD Pesantren dengan status tidak aktif/lembaga sudah tutup/tidak memiliki santri di Provinsi Jawa Timur sebanyak 13 lembaga senilai Rp225.000.000,00, dan terdapat Penerima BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam dengan status tidak aktif di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 32 lembaga senilai Rp410.000.000,00.


Ironinya, justru terdapat Penerima BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam dengan status tidak aktif di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 91 lembaga senilai Rp2.335.000.000,00. Berdasarkan pemeriksaan dokumen EMIS yang telah diverifikasi oleh Kankemenag Kabupaten/Kota, dibandingkan dengan lampiran Surat Keputusan Penerima Bantuan, dan hasik konfirmasi langsung yang diketahui  dilakukan secara uji petik kepada penerima bantuan, diketahui bahwa terdapat penerima BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam dengan status tidak aktif sebanyak 91 lembaga senilai Rp2.335.000.000,00. Lembaga tersebut sudah tidak memiliki santri/tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar/tidak mempunyai Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP)/NSPP sudah tidak berlaku.


Hal tersebut mengakibatkan kelebihan penyaluran bantuan kepada minimal 236 lembaga yang menerima bantuan ganda sebesar Rp4.790.000.000,00 dan kelebihan penyaluran bantuan kepada minimal 137 lembaga pendidikan yang sudah tidak aktif sebesar Rp2.995.000.000,00.


Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja di Perusahaan

Jumat, 19 November 2021 | 18:32 WIB

Mengenali Penyakit-Penyakit Batin

Sabtu, 6 November 2021 | 13:45 WIB

Menyamakan Editor dengan Polisi Saltik: Anda Waras?

Selasa, 2 November 2021 | 15:57 WIB

Keikutsertaan Lendir dalam Sebuah Karya Sastra

Selasa, 2 November 2021 | 12:24 WIB

Revolusi Bahasa

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 15:57 WIB

Jangan Meletakkan Kebahagiaan di Mulut Orang

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:03 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Pejabat

Jumat, 29 Oktober 2021 | 06:26 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Milenial Kekinian

Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:39 WIB

MBOK GINAH, LEO KRISTI DAN YEHUDI MENUHIN (2)

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:27 WIB
X