Generasi Muda Ambil Peran di Tengah Pandemi Covid-19

- Rabu, 7 Juli 2021 | 13:11 WIB
WhatsApp Image 2021-06-30 at 06.43.22
WhatsApp Image 2021-06-30 at 06.43.22


Terdapat pepatah yang mengatakan bahwa barangsiapa yang menguasai generasi muda, berarti menguasai masa depan suatu bangsa sepertinya benar adanya. Sebab, generasi muda memang memikul beban yang dialihkan dari generasi sebelumnya untuk menjadi pendobrak perubahan menuju peradaban yang lebih maju. Pemuda dianggap menjadi generasi yang paling memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara, sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan masa depan suatu bangsa terletak ditangan generasi muda. Apabila generasi muda bangsa Indonesia dipersiapkan sebaik mungkin baik dari segi pendidikan akademik maupun moral maka, masa depan bangsa dapat dipastikan cerah, namun sebaliknya, jika Indonesia yang pada tahu 2045 nanti diperkirakan akan mengalami bonus demografi tersebut tidak membekali generasi muda dengan pengetahuan yang berkualitas maka masa depan bangsa Indonesia sedang berjalan menuju masa kegelapan.


Secara garis besar, terdapat tiga peran penting yang diemban oleh pemuda yaitu sebagai agent of change, agent of development, dan agent of modernization. Ketiga peran tersebut menunjukkan bagaimana strategisnya posisi yang diduduki oleh pemuda sebagai pelaku pembangunan masa depan bangsa Indonesia. Tidak heran jika Soekarno sering menyanjung kehebatan pemuda yang dianalogikan mampu mengguncang dunia. Bahkan, banyak generasi sebelumnya yang memimpikan kembali ke masa saat mereka tergolong generasi muda yaitu berkisar antara 15 - 30 tahun sebab, pada usia tersebut banyak hal-hal hebat yang mampu dilakukan dengan semangat jiwa muda yang masih menyala-nyala. Peluang itulah yang harus dioptimalkan oleh pemuda agar memiliki mindset bahwa di pundak mereka terdapat tugas untuk membawa Indonesia menuju masa depan gemilang demi menjaga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata internasional. Dalam proses menuju masa depan tersebut pemuda dituntut memiliki idealisme yang kuat, kritis, dinamis, kreatif, dan inovatif. Terlebih pada kondisi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda menambah permasalahan baru bagi generasi muda untuk terus semangat memberikan perubahan, bertahan dalam kondisi new normal, serta berperan aktif dalam penanganan pandemi Covid-19 sebagai jembatan antara pemerintah dengan masyarakat.


Era pandemi yang telah berjalan hampir dua tahun ini menjadi momentum bagi generasi muda bahwa mereka harus selalu siap dalam mengisi perubahan. Pandemi Covid-19 secara luas telah memberikan berbagai perubahan di segala sektor kehidupan salah satunya cara berkomunikasi dan berinteraksi. Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak sebagai langkah memutus mata rantai virus corona, membuat masyarakat kini begitu bergantung kepada teknologi untuk tetap dapat saling menjaga interaksi. Pentingnya soft skill dalam penguasaan bidang teknologi dan komunikasi ini ternyata sangat perlu dikuasai oleh generasi muda untuk menunjang perubahan yang terjadi pada era pandemi, yaitu ketika terjadi pergeseran sosial kultural yang memaksa segala kegiatan beralih menjadi 80% harus berbasis teknologi mulai dari pembelajaran jarak jauh maupun WFH (Work From Home). Kemampuan dalam beradaptasi sangat menentukan apakah generasi muda bisa tetap produktif serta kreatif meskipun di situasi yang tidak mudah ini.


Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh generasi muda untuk tetap berperan dalam situasi pandemi Covid-19 yaitu mulai dari memanfaatkan media sosial sebagai ruang publik dimana mereka dapat membagikan informasi penting terkait penyebaran virus corona, bagaimana langkah awal yang harus dilakukan jika merasakan gejalanya, serta menyebarluaskan campaign untuk tetap dirumah saja jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Disini juga menunjukkan bagaimana pentingnya peran generasi muda untuk mengutamakan kesehatan publik diatas kesehatan dirinya sendiri sebab, jika generasi muda masih mementingkan kesenangan pribadinya dengan berkumpul bersama teman-teman, tidak menaati prokes, atau yang lebih parah lagi menyebarkan statement tidak percaya adanya Covid-19 tentu akan membahayakan masyarakat luas. Kemudian, yang paling penting adalah generasi muda harus melek teknologi dan kritis informasi. Pemuda memiliki potensi lebih besar untuk menjadi influencer bagi masyarakat awam khususnya mahasiswa yang memiliki pendidikan lebih tinggi, oleh sebab itu, sebagai kaum intelektual sudah seharusnya pemuda bertanggung jawab atas informasi yang diterima maupun disebarluaskan ulang. Ditengah krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19, membutuhkan peran pemuda dalam menjembataninya untuk mencegah sikap apatis yang akan terbentuk di masyarakat. Generasi muda dapat mengisi ruang publik tersebut dengan membuat akun media sosial yang bertujuan meningkatkan literasi politik masyarakat dengan memanfaatkan jejaring sosial. Sehingga, meskipun di era pandemi seperti sekarang, generasi muda tetap berpartisipasi aktif dalam jalannya pemerintahan.


Selain itu, mengutip pernyataan Dosen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga (Unair), Margaretha menuturkan bahwa pada era pandemi Covid-19, pemuda harus mampu mengelola tantangan hidup serta terus berpikir kreatif untuk menciptakan lapangan kerja baru yang dapat menggantikan pekerjaan pra era pandemi yang kini sulit untuk dilakukan. Banyak ditemukan para pemuda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan di era pandemi karena sebagian besar perusahaan menutup penerimaan SDM baru dan bahkan menguranginya. Sehingga pada era pandemi yang full of uncertainty ini generasi muda dilatih untuk memiliki kemampuan problem solving yang mumpuni.


Begitu banyaknya harapan yang diletakkan pada pundak generasi muda tidak semata-mata memberikan beban kepada mereka, melainkan bentuk kepercayaan dari seluruh pihak bahwa pemuda memiliki kapabilitas menjadi nahkoda handal yang mampu membawa masa depan serta harga diri bangsa Indonesia menjadi negara terpandang di kancah internasional. Di era pandemi Covid-19, peran generasi muda memang sangat dibutuhkan namun, pembekalan pengetahuan serta pendidikan moral kepada generasi muda perlu menjadi perhatian dari pemerintah agar mereka berhasil secara optimal menjadi penggerak perubahan dengan pola pergerakan yang berkualitas serta kokoh secara intelektualitas.


Oleh: Muhammad Ageza Pratama (Mahasiswa PPKn Universitas Negeri Jakarta)


Editor: fanugg

Tags

Terkini

FKDT Cilacap Menjelang Muscab

Jumat, 27 Januari 2023 | 07:12 WIB

Shakira dan Twingo

Senin, 16 Januari 2023 | 20:24 WIB

Arloji dan Tukang Service

Sabtu, 14 Januari 2023 | 20:03 WIB

Mixue dan Bimbel

Senin, 2 Januari 2023 | 19:18 WIB
X