• Sabtu, 25 Juni 2022

Pandemi untuk Melatih Kesabaran dalam Melewati Hidup?

- Rabu, 10 Februari 2021 | 13:47 WIB
Pandemi untuk Melatih Kesabaran dalam Melewati Hidup
Pandemi untuk Melatih Kesabaran dalam Melewati Hidup


Klikanggaran.com - Bisakah menggunakan pandemi untuk melatih kesabaran dalam melewati hidup? Setelah sudah sekian bulan lamanya dia menaungi bumi ini. Sabar dalam melewatinya mungkin sebuah topik yang sangat klise. Di depan mata kita melihat begitu banyak korban, juga keluh kesah, kekhawatiran, dan awan gelap.


Bagaimana menggunakan pandemi untuk melatih kesabaran? Bersabar di tengah pandemi mungkin konyol, tapi bagi saya tidak. Seorang sahabat mengatakan, "Jangan pernah berkata lelah, jalani saja hidup ini apa adanya dan perlahan saja." Dan, saya mengiyakan. Sangat mengiyakan. Seperti yang dikatakan oleh sahabat lain, “Inilah hidup dengan segala warna dan bentuknya, juga rasanya.” Lagi-lagi saya mengiyakan, sebab kita tidak akan mampu menolak peristiwa dalam hidup.


Semua berujung pada Sang Pencipta dan Pemilik. Beliau sudah mengetahui apa yang akan Beliau berikan dan mengapa itu Beliau berikan pada kita. Beliau, pemilik diri kita, pencipta alam semesta, sudah sangat tahu segala sesuatu tentang kita. Juga tentang dunia dan isinya termasuk adanya pandemi ini. Jadi nikmati saja semua apa adanya, khususnya di tengah pandemi yang belum juga berakhir ini. Tak ada masa yang tak usai, pandemi pun pasti usai. Melalui pandemi kita bisa banyak merenung, tentang apa saja, tentang banyak hal dalam sendi-sendi kehidupan.


Inti dari Sebuah Peristiwa


Terlepas dari adanya pandemi, inti dari semua peristiwa saya rasa adalah 'bersyukur', atas apapun yang kita dapatkan. Semua merupakan rezeki, hanya saja bentuknya berbeda-beda. Saat panas menghunjam, mungkin agar kita merindukan sejuk, lalu dapat mensyukuri sejuk tersebut. Dan, kita diperbolehkan merasakan sakit agar mensyukuri nikmatnya sehat. Begitu juga saat kita terluka atau berduka melewati masa pandemi ini, agar kita mensyukuri adanya kebahagiaan dan kebebasan.


Kebebasan seperti apa? Adanya kebebasan bisa bekerja di luar rumah, bisa menjalankan aktivitas di luar rumah. Mungkin, selama ini banyak dari kita yang tidak mensyukuri kebebasan ini. Kita juga mungkin melupakan hal besar yang tersembunyi di balik peristiwa ini. Yaitu kesempatan! Kesempatan bisa berkumpul dalam waktu lama bersama keluarga. Bersyukur bisa menjalankan ibadah dengan lebih tekun karena banyak di rumah, dan lain sebagainya. Tak kalah penting, rasa syukur itu kita wujudkan dengan menjalankan aneka protokol untuk saling menjaga. Ini adalah tentang kedisiplinan dan rasa saling melindungi.


Selain Bersabar dan Bersyukur


Selain kata sabar dan syukur, hal penting lain dalam menjalankan hidup tentu saja harus ada prioritas. Prioritas dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam kehidupan bekerja. Jika prioritas ini tak pernah ada, maka yang terjadi adalah penyimpangan. Penyimpangan atas hal-hal penting dan prinsip di dalam kehidupan itulah awal kerusakan. Mengarungi sebuah perjalanan hidup bagai mengarungi aliran air, janganlah hanya terhanyut. Akan lebih baik jika kita mengerti dan tahu betul bahwa kita sedang memasukkan diri ke dalam sebuah arus. Agar tahu kapan harus berhenti dan sadar akan konsekwensinya. Prioritas juga harus ada di dalam pilihan atau keputusan yang kita ambil saat memasuki arus tersebut.


Hidup bukanlah sebuah permainan walaupun di dalamnya banyak sekali permainan. Melangkahlah dengan kesadaran, bukan karena hanyut. Pilihan selalu disertai konsekwensi. Misal, memilih menerima pekerjaan di tempat yang bergelimang uang, tentu harus sadar dengan konsekwensi godaan untuk melakukan penyimpangan, dan sebagainya.


Sedang perjuangan dalam hidup itu sendiri adalah... bagaimana menggiring hati agar selalu bersyukur, bersyukur atas apapun yang sedang terjadi dan singgah pada halaman hidup kita. Termasuk mensyukuri telah diberi kesabaran untuk bisa melewati segala hal. Karena sejatinya hidup adalah kesabaran itu sendiri dan bagaimana sikap kita dalam proses bersabar tersebut. Bukan seberapa lama kita bisa bersabar menunggu hal baik, tapi bagaimana sikap dan hati kita saat bersabar menunggu. Tetaplah bekerja walau di rumah, kerjakan apa saja yang bisa bermanfaat khususnya bagi diri sendiri, terlebih bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Bagaimana hasilnya? Bayarannya? Biarkan Allah, Tuhan, Sang Pemilik, yang mengatur. Mungkin ini sebuah pemahaman klise, tapi selamat mencoba.


Terima kasih Tuhan, telah Kau berikan banyak hal pada kami, yang masih juga terlalu banyak meminta... Selamat menjalankan ibadah hari ini. KR

Halaman:

Editor: Kit Rose

Tags

Terkini

23 Juni 2022, UTBK dan Masa Depan NU

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:22 WIB

Dilema Puan Menjadi Presiden

Kamis, 21 April 2022 | 04:39 WIB

Kios SIAPkerja (Kasus BPVP Kabupaten Sidoarjo)

Rabu, 13 April 2022 | 13:33 WIB

Konsep Frasa Crazy Rich dan Orang Kaya

Selasa, 29 Maret 2022 | 16:48 WIB

Mandalika dan Penciptaan Lapangan Kerja

Selasa, 29 Maret 2022 | 13:06 WIB
X