• Selasa, 29 November 2022

Nasehat Fuad Bawazier untuk Menteri ESDM Baru

- Senin, 8 Agustus 2016 | 00:23 WIB
images_berita_Jul_16_1.-Fuad
images_berita_Jul_16_1.-Fuad

Jakarta, KlikAnggaran.com - Perombakan kabinet yang telah usai dilakukan, selain menghadirkan beberapa nama profesional yang meninggalkan pekerjaan dengan gaji tinggi untuk kemudian mengabdi menjadi menteri, juga menghadirkan berbagai macam polemik, pro dan kontra. Tentu saja jabatan menteri bukanlah sebuah pemberian atau hadiah, bukan pula sebuah piala yang harus menjadi perebutan sebagai tanda kemenangan. Tapi, ada sesuatu yang lebih besar dari itu semua, yaitu amanah.

Jika kita bersedia mundur, menengok pada halaman beberapa tahun ke belakang, akan terlihat betapa besar amanah yang harus dipertanggungjawabkan oleh masing-masing menteri, baik kepada Tuhan, agama, negara, rakyat, dan dirinya sendiri. Karena hidup terkadang bukan semata soal mencari uang, tapi juga tentang mengabdi pada sesuatu yang lebih besar.

Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada tantangan keamanan global dan lokal. Perombakan kabinet itu seharusnya bisa diterjemahkan dengan baik, khususnya agar masing-masing kementerian bisa menjadi operator atas visi dan misi Presiden Jokowi. Ada hal-hal yang mungkin bisa diterjemahkan dengan lugas, tapi ada banyak hal pula yang seharusnya menjadi tugas masing-masing bidang untuk dapat menerjemahkan sendiri.

Mantan Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, secara khusus meluangkan waktunya untuk memberikan sedikit nasehat yang diposting di group WA Dewan Penyelamat Bangsa. Nasihat itu khusus disampaikan untuk Menteri ESDM, yang sekali lagi, berisi tentang sebuah pengabdian yang bukan melulu soal uang.

“Nasihat saya untuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru, bahwa cadangan minyak di perut bumi itu milik negara. Apalagi kalau sudah diproduksi (lifted) toh hak pemerintah 85% sedangkan perusahaan PSC hanya 15%,” tulis Fuad di group WA, Senin (8/8/2016).

Jadi, lanjut Fuad, jangan dijadikan aset perusahaan yang biasanya akan diagunkan ke bank untuk menarik utang. Karena cadangan minyak bumi di perut bumi itu adalah milik negara sesuai Pasal 33 UUD 45. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebagai wadah yang bergerak di bidang energi dan sumber daya mineral juga tak luput dari PR-nya tentang visi misi presiden. Target dan capaian yang dirancang tentu saja semua berporos pada visi misi yang termuat. Fuad dalam nasehatnya juga mengingatkan tentang kedudukan pemerintah dan pejabatnya.

“Janganlah tiap pejabat negara mengulang-ulang statement ‘pemerintah harus menghormati kontrak/perjanjian’, seakan-akan pemerintahlah yang selama ini ingkar. Padahal yang seharusnya, pemerintah yang menyerukan agar para investor, termasuk PSC Minyak, selalu menghormati kontrak dan aturan-aturan sah yang berlaku di Indonesia,” tulis Fuad.

Mantan politisi Partai Hanura ini selanjutnya mengatakan bahwa sudah menjadi rahasia umum bahwa perusahaan-perusahaan tersebut banyak yang tidak patuh dan tidak melaksanakan kewajiban-kewajibannya sesuai kontrak seperti lingkungan, pajak, transfer saham, transfer of technology, community development, dan lain-lain.

Pemerintah adalah (bagian) negara yang bermartabat, bukan untuk ‘carmuk’ kepada investor asing,” tandas Fuad.

Halaman:

Editor: Kit Rose

Tags

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X