• Senin, 28 November 2022

Ketua LSM Komphital Pertanyakan Perencanaan Pekerjaan Alun-alun dan Taman Pendestrian Batang Hari 

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:52 WIB
Ketua LSM Komphital Pertanyakan Perencanaan Pekerjaan Alun-alun dan Taman Pendestrian Batang Hari  (Dok. Annuza)
Ketua LSM Komphital Pertanyakan Perencanaan Pekerjaan Alun-alun dan Taman Pendestrian Batang Hari  (Dok. Annuza)

KLIKANGGARAN -- Dalam pekerjaan suatu bangunan, perencanaan adalah fungsi teknis yang pertama dan terpenting. Itu dibutuhkan di setiap pelaksanaan pekerjaan, tanpa perencanaan yang matang  pekerjaan akan  terkesan asal-asalan, seperti yang terlihat dengan pekerjaan alun-alaun dan taman pedestrian yang ada di Kabupaten Batang Hari, Propinsi Jambi diduga perencanan-nya kurang maksimal.

Hal ini dikatakan oleh Ketua LSM Komphital Kabupaten Batang Hari Usman Yusup, Kamis (13/02/2022) di Sekretariat PD IWO Kabupaten Batang Hari Kompleks Bulian Bisnis Center (BBC) Muara Bulian.

"Setelah saya perhatikan cukup banyak kejanggalan dengan pekerjaan tersebut yang diduga pekerjaan tersebut asal-asalan. Jadi perlu saya pertanyakan dengan perencanaan pekerjaan  tersebut," sebut Usman.

Baca Juga: Dirjen Bina Adwil Tekankan Pentingnya Peran Kepala Daerah Dukung Ekosistem Smart City

Menurutnya, warmes yang dipasang diatas pasir urug kemudian di timbun dengan coran, apakah memang seperti itu?, Apa warmes tersebut  bisa berpungsi sesuai pungsinya sebagai tulang beton karena saat di cor warmes akan terbenam(tertanam) ke dalam pasir dan berapa ketebalan pasir urug yang dipasang?

"Kenapa tidak ada satupun pemasangan bata yang memakai kolom praktis. Sementara tembok untuk menahan tanah urug, pasangan batu bata tidak memakai pondasi cuma di pasang setengah bata saja itupun tanpa di plaster lansung di timbun dengan tanah urug. Apalagi posisi bangunan berada pada pinggir lintasan truk truk bermuatan berat apakah pihak perencanaan memperhitungkan getaran yg diakibatkan oleh kendaraan yang lalu lalang dan masih banyak kejanggalan kejanggalan  lainnya," papar Usman.

Pekerjaan Alun-alun lapangan Garuda (Dok. Annuza)

Dengan nilai proyek miliaran rupiah, akan sangat disayangkan apabila kwalitasnya tidak memuaskan. Adapun anggaran masing-masing proyek tersebut yakni, Pembangunan Alun-alun lapangan Garuda sebesar Rp2.277.798.000,- yang dilaksanakan oleh CV Karya Torikido Lestari, dengan konsultan pengawas CV Dharma Suarga Konsultan, sedangkan pembangunan Pendestrian sebesar Rp4.458.462.000, dikerjakan oleh CV Puspa Sari, dengan konsultan pengawas CV Pakarin Konsultan, ungkap Usman.

Baca Juga: Heboh Gibran Rakabuming Beli Ijazah di Luar Negeri, Gibran: Coba Fotonya Dianalisa Dokter Tifa, Ini Faktanya!

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X