• Sabtu, 27 November 2021

Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ dan MGMP Sejarah Karawang Adakan Workshop Penulisan Toponimi Karawang

- Kamis, 30 September 2021 | 19:03 WIB
Ketua MGMP Sejarah Tingkat SMA Kabupaten Karawang, Drs. Ateng Rasihuddin, M. Pd (dok.Humaedi)
Ketua MGMP Sejarah Tingkat SMA Kabupaten Karawang, Drs. Ateng Rasihuddin, M. Pd (dok.Humaedi)

Jakarta, Klikanggaran.com-- Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FIS UNJ) dan MGMP Sejarah Kabupaten Karawang menyelenggarakan kegiatan workshop kesejarahan dalam rangka kegiatan Pengabdian Masyarakat, Kamis (30/9/2021). Workshop yang merupakan kerja sama untuk tahun ketiga ini, berlangsung secara daring. Tema yang diangkat dalam workshop adalah pendampingan penulisan toponimi Karawang.

Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ yang diwakili Dr. Umasih, M.Hum mengatakan bahwa kegiatan workshop ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ.

Kegiatan workshop Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ dan MGMP Sejarah Karawang membuktikan sinergisitas antara perguruan tinggi dengan sekolah.

Baca Juga: Pemerintah OKI Gugah Kesadaran Keselamatan Transportasi Air bagi Warga Pesisir

Sementara, Ketua MGMP Sejarah Tingkat SMA Kabupaten Karawang, Drs. Ateng Rasihuddin, M. Pd mengatakan bahwa kegiatan workshop ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan atau mengupgrade pengetahuan kesejarahan dan pengajaran yang mendukung kemampuan professional guru sejarah di Karawang.

“Kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah UNJ dengan MGMP Sejarah Karawang ini, perlu dilanjutkan, sekalipun tidak dalam skema pengabdian masyarakat," tutur Ateng.

Terkait dengan Toponimi, yang dijadikan tema seminar, Dr. Abrar, M.Hum menjelaskan bahwa toponimi itu ikatan yang tak terpisahkan antara tempat dengan nama yang mengungkapkan geografi fisik, budaya, sejarah dan populasi.

Baca Juga: Menanggapi Warkopi, Indro Warkop Bilang Kasihan

“Toponimi merupakan sebuah hal yang penting karena mencerminkan banyak hal di masa lalu”, tutur Abrar.

Dari sisi manfaatnya, Dr. M. Fakhruddin menyampaikan bahwa toponimi memberikan banyak manfaat sebagai sumber pembelajaran sejarah.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengen ke Bali Lagi? Jalan-Jalan ke Bukit Cinta, yuk!

Jumat, 26 November 2021 | 16:29 WIB

Nyai Sampur dalam Wisata Mistis Gunung Kawi

Rabu, 24 November 2021 | 16:31 WIB

Mengapa Hari Guru Nasional pada Tanggal 25 November?

Selasa, 23 November 2021 | 10:57 WIB

Cirebon Tidak Bisa Dilepaskan dari Sejarah Mataram

Senin, 22 November 2021 | 21:02 WIB

Syukur Waktu 10, Mari Bangkit dan Berkarya !!!

Selasa, 16 November 2021 | 21:28 WIB
X