• Rabu, 19 Januari 2022

Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ dan MGMP Sejarah Karawang Adakan Workshop Penulisan Toponimi Karawang

- Kamis, 30 September 2021 | 19:03 WIB
Ketua MGMP Sejarah Tingkat SMA Kabupaten Karawang, Drs. Ateng Rasihuddin, M. Pd (dok.Humaedi)
Ketua MGMP Sejarah Tingkat SMA Kabupaten Karawang, Drs. Ateng Rasihuddin, M. Pd (dok.Humaedi)

“Sekalipun Shakespeare mengatakan apalah artinya sebuah nama, tetapi bagi masyarakat kita, dibalik nama itu ada harapan, ada titipan dan ingatan yang terdefinisikan lewat toponimi”, tambah Fakhruddin.

Sementara itu, Humaidi, Koordinator Prodi Pendidikan Sejarah UNJ, menjelaskan secara praktis penulisan toponimi.

Baca Juga: Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Buka Klinik Apung untuk Melayani Kesehatan Masyarakat NTB: Seminar Daring

Menurut Humaedi, toponimi diambil dari sebuah nama yang melekat dalam alam pikiran masyarakat.

Topinimi menggambarkan perkembangan wilayah, dinamika sosial dan budaya yang masyarakat. Karenanya banyak topinimi mengambil nama tumbuhan (menteng, bidara, gambir), profesi (kemandoran, kemayoran, tanah kusir, pademangan), nama etnis (kampung melayu, kampung makassar, kampung bugis) serta posisi geografis (awalan ci, rawa, kidul, wetan dan sebagainya), demikian penjelasan Humaedi.

Workshop yang dikuti oleh 63 peserta yang berasal dari guru-guru sejarah SMA Se-Karawang ini, berjalan dengan penuh antusias.

Para guru sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang kelak menghasilkan satu buku mengenai toponimi Karawang.*

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juragan99 Sebut Persib Alay, Viking Meradang

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:20 WIB
X