• Kamis, 9 Desember 2021

Rektor UNJ: Tantangan dan Peluang Pendidikan di Tahun 2021

- Kamis, 31 Desember 2020 | 21:00 WIB
rektor unj
rektor unj


JAKARTA, Klikanggaran.com--Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Dr. Komarudin, M.Si., dalam Webinar PW ISNU DKI Jakarta pada Kamis, 31 Desember 2020, menyampaikan tantangan dan peluang dunia pendidikan pada tahun 2021.


Menurut Komarudin, salah satu tantangan adalah belum meratanya akses kepada PJJ, baik terkendala sinyal telekomunikasi, ekonomi dalam wujud penyediaan kuota internet dan device/alat yang memungkinkan siswa mengakses materi pembelajaran. maupun hambatan geografis membuat guru, orang tua, dan siswa kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).


“Belum meratanya literasi PJJ, bahkan literasi baca-tulis membuat guru harus turun tangan langsung ke tempat siswa untuk memastikan literasi PJJ maupun baca-tulis ini teratasi,” kata Komarudin.


Komarudin juga menyampaikan bahwa perlu adanya konteks interaksi agar PJJ mirip dengan pembelajaran tatap muka, seperti guru tetap mengajar di sekolah, sehingga konteks kegiatan belajar mengajar (KBM) di laboratorium atau di kelas tidak menghilang. Hal ini membutuhkan adanya pembuatan Studio PJJ di sekolah yang memadai.


Faktor “kelincahan adaptasi” pengajar yang berusia lanjut atau sebelumnya belum banyak berinteraksi dengan alat pembelajaran PJJ membutuhkan bantuan dari pengajar lain maupun pihak lain yang dapat membantu pengajar bersangkutan, demikian kata Komarudin.


Selanjutnya, jelas Rektor UNJ, tantangan geografis pada wilayah terpencil/terbelakang di Indonesia mengakibatkan siswa yang terkendala akses media pembelajaran PJJ atau guru yang sulit untuk menjangkau mereka berdampak pada potensi berhentinya siswa/peserta didik yang jauh dari sekolah. Ketahanan belajar PJJ yang rata-rata hanya 4 jam pembelajaran atau 50-70% dari kondisi normal perlu menjadi catatan, karena jumlah jam belajar otomatis menurun dan berpotensi menurunkan mutu sekaligus serapan materi pelajaran.


Pada siswa dengan disabilitas yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa terdapat juga tantangan budaya yang melingkupi interaktivitas, orang tua murid yang kesulitan memberikan pelajaran, dan masalah-masalah lain yang sebelumnya diuraikan  (Balitbang & Perbukuan Kemendikbud, 2020).


Namun, selain tantangan sebagaimana disebutkan di atas, Komarudin melihat adanya beberapa peluangan. Pertama, menumbuhkan semangat literasi digital ke arah cerdas digital. Dengan peningkatan intensitas pembelajaran berbasis online, mau tidak mau, mendorong siswa dan guru untuk memanfaatkan internet sebagai penunjang kelancaran proses pendidikan.


Keuda, memperluas proses pembelajaran menembus ruang dan waktu. Larangan belajar offline/tatap muka selama pandemi memberikan semakin lebih banyak waktu untuk belajar dan tidak terbatas pada ruang dan waktu. Siswa maupun Guru, lebih memiliki banyak kesempatan untuk menggali dan menemukan hal-hal baru yang menarik untuk dipelajari dari berbagai sumber ilmu yang tidak terbatas.

Halaman:

Editor: Tim Berita

Tags

Terkini

X