• Senin, 5 Desember 2022

Ratusan Tentara Asing Ukraina Tewas dalam Serangan Rudal Rusia

- Minggu, 25 September 2022 | 07:12 WIB
Helikopter angkut dan tempur Mi-8AMTSh Terminator Angkatan Udara Rusia dikirim untuk melakukan misi tempur selama operasi militer khusus di Ukraina. (Sputnik/Ministry of Defense of the Russian Federation)
Helikopter angkut dan tempur Mi-8AMTSh Terminator Angkatan Udara Rusia dikirim untuk melakukan misi tempur selama operasi militer khusus di Ukraina. (Sputnik/Ministry of Defense of the Russian Federation)

KLIKANGGARAN -- Sebanyak 300 tentara asing yang berperang untuk Ukraina telah tewas di Wilayah Nikolayev di Ukraina selatan, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pada hari Sabtu, 24 September 2022.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Letnan Jenderal Igor Konashenkov, mengumumkan selama pengarahan hariannya, hingga 300 tentara asing tewas oleh serangan rudal di daerah desa Kalinovka, Wilayah Nikolayev.

Awal pekan ini, Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, mengeklaim bahwa pasukan Rusia dan milisi republik Donbass telah melenyapkan lebih dari 2.000 tentara asing.

Pada 21 September, 1.000 orang asing tetap berada di jajaran militer Ukraina, menurut menteri, sedangkan pada bulan April jumlahnya diperkirakan 3.000.

Baca Juga: Inilah Kronologis Sepasang Kekasih Tersambar Petir Dalam Tenda, Pria Tewas, Wanita Shock

Serangan pada hari Sabtu hanya menyisakan 700 tentara asing, menurut perhitungan itu.

Pasukan Rusia juga membunuh lebih dari 200 tentara Ukraina di Wilayah Nikolayev, dan hampir lebih banyak lagi di Wilayah Kharkov dan di Republik Rakyat Donetsk, Konashenkov lebih lanjut mengumumkan.

Juru bicara militer juga mengungkapkan selama pengarahan bahwa di sekitar desa Sergeyevka, di tenggara Wilayah Dnepropetrovsk, seorang pejuang Rusia menembak jatuh sebuah MiG-29 Ukraina yang telah “dikonversi untuk menggunakan rudal anti-radar HARM Amerika.”

Sejak peluncuran operasi militer Rusia di Ukraina pada akhir Februari, Moskow telah memperingatkan negara-negara Barat untuk berhenti "memompa" Ukraina dengan senjata, dengan alasan bahwa itu hanya akan memperpanjang konflik.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Twitter dan Para Aktivis di Timur Tengah

Sabtu, 19 November 2022 | 09:01 WIB

Elon Musk Curhat Twitter Ditinggal Pengiklan

Minggu, 6 November 2022 | 08:52 WIB
X