• Senin, 5 Desember 2022

Inilah Klarifikasi Swiss tentang Aturan Pengiriman Senjata ke Ukraina

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 19:20 WIB
Tank anti-pesawat Gepard Angkatan Darat Jerman (Instagram/deadrudy03)
Tank anti-pesawat Gepard Angkatan Darat Jerman (Instagram/deadrudy03)

KLIKANGGARAN -- Swiss dikenal sebagai negara netral yang tidak memihak siapa pun dalam berbagai perang yang pernah terjadi. Akan tetapi, Swiss memutuskan pada hari Jumat bahwa pengiriman senjata dengan komponen buatan Swiss ke Ukraina tidak melanggar netralitas negara yang telah berusia berabad-abad, jika kondisi tertentu terpenuhi, lansir Russia Today.

“Pengiriman bahan perang dalam bentuk elemen perakitan atau suku cadang ke perusahaan persenjataan Eropa akan … tetap mungkin, bahkan jika bahan perang yang diproduksi kemungkinan akan dikirim ke Ukraina,” kata pemerintah Swiss.

Seorang pejabat Swiss lebih lanjut mengklarifikasi bahwa ekspor ulang senjata diizinkan jika bagian elemen buatan Swiss dalam produk akhir di bawah ambang batas tertentu, seperti 50% untuk negara-negara seperti Italia dan Jerman.

Baca Juga: Lima Tugas Pendidikan untuk Generasi Penerus Menurut TP Rachmat, Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia

Namun, ekspor ulang senjata dan amunisi buatan Swiss sepenuhnya masih akan melanggar netralitas negara.

Swiss baru-baru ini menolak permintaan Denmark untuk memberikan Ukraina 22 kendaraan tempur infanteri lapis baja Piranha III buatan Swiss.

Swiss juga menolak permintaan Jerman untuk memberi Kiev 12.400 butir amunisi buatan Swiss yang digunakan dalam tank anti-pesawat Gepard.

Negara-negara Barat semakin banyak memasok senjata ke Ukraina setelah Rusia melancarkan kampanye militer terhadap negara tetangga itu pada akhir Februari.

Baca Juga: Posting Momen Terakhir Lepas Eril di Sungai Aare, Ridwan Kamil: Bahagiakan Dia Dalam Keindahanmu

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Twitter dan Para Aktivis di Timur Tengah

Sabtu, 19 November 2022 | 09:01 WIB

Elon Musk Curhat Twitter Ditinggal Pengiklan

Minggu, 6 November 2022 | 08:52 WIB
X