• Selasa, 28 Juni 2022

Lima Tugas Pendidikan untuk Generasi Penerus Menurut TP Rachmat, Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 09:30 WIB
TP Rachmat memberikan pidato berjudul Indonesia Raya, Seribu Tahun Lamanya setelah menerima  (Instagram @triputragroup.id)
TP Rachmat memberikan pidato berjudul Indonesia Raya, Seribu Tahun Lamanya setelah menerima (Instagram @triputragroup.id)

KLIKANGGARAN - Universitas Paramadina menganugerahkan Paramadina Award 2022 kepada TP Rachmat atau nama lengkapnya Theodore Permadi Rachmat, yang menurut data Forbes adalah salah satu orang terkaya di Indonesia.

Dalam pidatonya setelah menerima Paramadina Award 2022, Sabtu (4/6/2022), dengan judul “Indonesia Raya, Seribu Tahun Lamanya, TP Rachmat menyampaikan ada lima tugas pendidikan guna menyiapkan generasi penerus.

Selain itu, TP Rachmat juga mengajak setiap orang untuk mengambil peran aktif dalam dunia pendidikan guna menyiapkan generasi penerus yang akan membangun Indonesia ke depan.

Baca Juga: Video Tugiman Viral dan Trending di Media Sosial, Siapanya Ganjar Pranowo?

Kelima tugas pendidikan teresebut adalah sebagai berikut:

Pertama, bila kita jadi pendidik, jadilah pendidik yang utuh. Pendidik yang utug adalah pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, namun juga terus berupaya menanamkan nasionalisme, spiritualitas, nilai-nilai inti, serta cara berpikir yang benar kepada seluruh siswa yang dipercayakan kepada kita.

Kedua, bila jadi pengusaha, jadilah pengusaha yang tidak berhenti pada ukuran- ukuran ekonomi yang memuaskan diri. Jadilah pengusaha yang membuka diri untuk berkolaborasi dengan institusi pendidikan, memberikan dukungan finansial yang diperlukan. Selain itu jadilah pengusaha yang membantu dunia pendidikan dengan sarana, kesempatan, serta pengalaman yang dimilikinya.

Baca Juga: Inilah Profil Demas Narawangsa Seorang Musisi Jazz yang Resmi Menjadi Suami Eva Celia, Trending di Twitter!

Ketiga, bila menjadi tokoh agama, jadilah tokoh agama yang memahami agama sampai ke inti-inti ajarannya. Jadilah tokoh agama yang mengabarkan perdamaian, kasih sayang, dan kemanusiaan. Jangan terjebak pada dogma dan fanatisme sempit yang justru membuat agama menjauhkan manusia dan manusia lainnya, atau bahkan menjauhkan manusia dari Tuhan.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X