• Selasa, 24 Mei 2022

Cegah Penimbunan Minyak Goreng Pasca 14 Ribu per Liter, Apa yang Dilakukan Polri?

- Jumat, 21 Januari 2022 | 14:48 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol  Ahmad Ramadhan
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan

KLIKANGGARAN -- Untuk mencegah penimbunan minyak goreng terkait ketentuan turunnya harga minyak goreng menjadi Rp 14 ribu per satu liter, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membentuk tim monitoring.

Dikatakan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan bahwa Tim monitoring tersebut memonitor kegiatan produksi, distribusi dan penjualan minyak goreng.

“Tim lakukan monitoring kegiatan produksi, distribusi dan penjualan minyak goreng, lakukan penindakan bila ada upaya aksi borong dan penimbunan. Khususnya minyak goreng kemasan premium,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam keterangannya pada Kamis, 20 Januari 2022.

Baca Juga: Tim TAA Korlantas Polri Dikerahkan Polri Usut tabrakan Beruntun di Balikpapan

Baca Juga: Truk Tronton Sebabkan Tabrakan Beruntun, Beredar Kabar Kronologis Hingga Korban di Media Sosial

Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut pihaknya juga mengeluarkan peraturan pembatasan pembelian minyak goreng maksimal 2 liter.

Lebih lanjut Brigjen Ahmad Ramadhan juga memberitahukan bahwa Polri berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk menerapkan peraturan tersebut.

“Berkoordinasi dengan Kemendag RI dan Dinas Perdagangan Provinsi atau Kota atau Kabupaten untuk mengeluarkan peraturan pelaksanaan atau teknis penjualan minyak goreng satu harga, yakni Rp 14 ribu per liter yang dibatasi 2 liter setiap pembelian, guna antisipasi adanya aksi borong dan penimbunan,” ungkap Brigjen Ahmad Ramadhan.

Baca Juga: Peristiwa Bersejarah, Film pertama Berbahasa Sunda Masuk Nominasi Film Terbaik Dunia.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: humas.polri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X