• Selasa, 24 Mei 2022

Sekalipun Pesan Anda Sudah Dihapus, Badan Intelijen AS Masih Bisa Mengaksesnya, Lho

- Jumat, 10 Desember 2021 | 09:29 WIB
Ilustrasi (Pixabay/geralt)
Ilustrasi (Pixabay/geralt)


KLIKANGGARAN -- Sebuah studi baru mengungkapkan secara rinci betapa mudahnya bagi layanan keamanan Amerika dan lembaga penegak hukum untuk melewati rute hukum konvensional dalam mengakses segala macam data rahasia dari ponsel kita.

RT baru-baru ini melaporkan sebuah dokumen yang bocor, yang mengungkap bagaimana Biro Investigasi Federal (FBI) dan penegak hukum AS dapat mengakses banyak data dari aplikasi perpesanan populer melalui metode seperti perintah pengadilan dan panggilan pengadilan, dikutip dari RT dalam artikel "How even your deleted messages can be secretly accessed by US intelligence agencies."

Pengguna apalikasi pasti akan terkejut mengetahui kesiapan WhatsApp dan iMessage untuk menyerahkan informasi pribadi yang sangat sensitif tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka.

Baca Juga: MFA Memberikan Pigam Penghargaan pada Kejari Batang Hari, Atas Keberhasilan Pemulihan Keuangan Negara

Namun, temuan laporan baru dari Center for Democracy and Technology (CDT) membuat bacaan yang lebih mengganggu – karena mereka dengan jelas mengungkapkan bagaimana badan keamanan dan intelijen AS dapat dengan mudah mengakses lebih banyak lagi data pribadi dari penyedia swasta, dan dalam prosesnya menghindari proses hukum.

Berdasarkan pada lusinan catatan dan file, CDT menguraikan bagaimana, melalui berbagai tipu muslihat dan eksploitasi liberal dari celah peraturan, penegak hukum dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diakses oleh rata-rata warga negara.

Kalaupun akan diakses biasanya memerlukan surat perintah penggeledahan yang disetujui pengadilan untuk mengakses, sementara masih mengklaim pengintaian invasif mereka adalah 'sumber terbuka,' dan temuan terlarang mereka 'tersedia untuk umum.'

Baca Juga: Pelajar di Jawa Tengah Jadi Agen Antikorupsi, jika ada Temuan Indikasi Korupsi Diminta Lapor ke Ganjar Pranowo

Data ini kemudian menginformasikan kegiatan seperti "penyelidikan pra-investigasi, pengumpulan intelijen, pencegahan kejahatan, atau investigasi kriminal."

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Israel Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama

Sabtu, 21 Mei 2022 | 06:35 WIB

Rusia Tidak Akan Menggratiskan Gasnya!

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:12 WIB
X