• Senin, 4 Juli 2022

Sertifikat Vaksinasi Palsu dari Berbagai Negara Diperdagangkan di Dark Net dengan Harga Rata-Rata Rp 4,2 Juta

- Rabu, 3 November 2021 | 06:12 WIB
Ilustrasi: Perdagangan sertifikat vaksinasi palsu lewat dark net (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi: Perdagangan sertifikat vaksinasi palsu lewat dark net (Pixabay/Free-Photos)

KLIKANGGARAN-- Pasar gelap untuk sertifikat vaksinasi palsu sedang booming, kata seorang peneliti keamanan di Kaspersky Lab kepada RT. Dokumen palsu ditawarkan dengan harga rata-rata $300, tetapi apa yang diperoleh pembeli dari uang mereka adalah cerita lain.

Lonjakan baru dalam perdagangan sertifikat vaksinasi palsu Covid-19 telah diamati di Dark Web, peneliti keamanan Kaspersky Lab Dmitry Galov mengatakan kepada RT.com.

Puncak baru permintaan sertifikat vaksinasi palsu tampaknya dipicu oleh "keinginan orang untuk bepergian lebih bebas, karena negara-negara saat ini menerapkan layanan TI yang berbeda yang memeriksa info apakah Anda divaksinasi atau tidak," katanya.

Baca Juga: Potret Kecantikan Valencia Tanoesoedibjo, Kaum Hawa Pun Bilang Dia Cantik Loh!

Pasar gelap online dibanjiri dengan iklan sertifikat vaksinasi palsu Covid-19, dengan dokumen yang disebut-sebut memiliki kode QR yang sah ditawarkan dengan pembayaran rata-rata $300.

"Kami melihat para penjahat dunia maya mengembangkan iklan yang mereka tempatkan di pasar gelap. Di dalamnya mereka mengatakan bahwa orang-orang dapat memilih vaksin apa, vaksinasi palsu apa yang mereka inginkan," kata Galov.

Namun, mereka yang berjanji untuk memalsukan dokumen semacam itu kemungkinan besar hanya penipu yang akan memberi Anda sertifikat palsu yang akan gagal dalam pemeriksaan apa pun, atau tidak memberi Anda apa-apa, Galov memperingatkan.

Baca Juga: Tidak Cermat dalam Penyusunan HPS, Aset Senilai Rp17 M Belum Dikuasai Kemenkominfo

"Tidak ada cara untuk memeriksa apakah penjahat cyber ini hanya scammers yang mencoba mengambil uang dari korbannya dan tidak mengembalikan apa pun atau mereka benar-benar memiliki semacam akses atau cara untuk mengirim sertifikat semacam ini. Tapi itu tidak benar, karena melakukan itu menempatkan pengguna di bawah risiko," katanya.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ukraina Tuduh AFP Terbius Propaganda Rusia!

Senin, 4 Juli 2022 | 08:57 WIB

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X