• Kamis, 11 Agustus 2022

Erdogan Tidak Akan Hadiri COP26 dan Menuduh Inggris Gagal Memenuhi Standar Protokol Keamanan

- Senin, 1 November 2021 | 21:31 WIB
Erdogan Tidak Akan Hadiri COP26 dan Menuduh Inggris Gagal Memenuhi Standar Protokol Keamanan (IG/@rterdogan)
Erdogan Tidak Akan Hadiri COP26 dan Menuduh Inggris Gagal Memenuhi Standar Protokol Keamanan (IG/@rterdogan)

KLIKANGGARAN--Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah mengumumkan bahwa dia tidak akan menghadiri konferensi iklim COP26, setelah Inggris gagal memenuhi “standar protokol keamanan” yang diminta oleh pemerintah Turki.

Berbicara pada hari Senin, Erdogan menyatakan bahwa dia tidak akan lagi melakukan perjalanan dari KTT G20 di Roma ke KTT iklim COP26 di Glasgow, setelah Inggris memberi tahu pemerintah Turki “pada menit terakhir” bahwa itu tidak dapat memenuhi tuntutan keamanan mereka.

“Ada standar protokol keamanan yang kami minta untuk Konferensi Iklim PBB di Glasgow. Ini adalah standar dalam protokol yang selalu diterapkan kepada kami dan semua pemimpin dalam semua kunjungan. Namun, kami diberitahu bahwa ini tidak akan terpenuhi pada menit terakhir,” kata Erdogan, dikutip RT.com.

Baca Juga: Pembunuhan Ibu dan Anak, Kuasa Hukum Bilang Ada Oknum Polisi Menyuruh Saksi Kunci Bersihkan Bak Mandi di TKP

Menurut Erdogan, masalah terakhir adalah ketika para pejabat Turki mengetahui langkah-langkah keamanan yang tidak akan diterapkan untuk pemerintahannya telah “diberikan untuk negara lain sebagai pengecualian,” menuduh Inggris gagal “mematuhi praktik diplomatik.”

Turki menyatakan bahwa masalah tersebut awalnya telah diselesaikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, tetapi pejabat Inggris memberi tahu Ankara bahwa pemerintah Skotlandia telah memblokir permintaan tersebut, yang mengakibatkan keputusan untuk menarik diri dari KTT.

Kembali pada bulan Oktober, menjelang COP26, parlemen Turki secara resmi meratifikasi Kesepakatan Iklim Paris, negara G20 terakhir yang melakukannya.

Baca Juga: Polisi Bubarkan Pesta Halloween di Dua Cafe di Jakarta Selatan, Pengunjungnya Membludak

Keputusan untuk mendukung perjanjian itu muncul setelah bertahun-tahun perdebatan antara Ankara dan penandatangan lainnya mengenai klaim bahwa Turki tidak boleh digolongkan sebagai negara maju, sehingga mengurangi aksesnya ke pendanaan iklim.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X