• Rabu, 5 Oktober 2022

Kantor Pers Erdogan Hapus Whatsapp dan Mendesak Warga Turki Pakai Aplikasi Domestik dalam Memerangi 'Fasisme Digital'

- Senin, 11 Januari 2021 | 07:20 WIB
whatsapp logo
whatsapp logo


(KLIKANGGARAN)--Kantor media Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dilaporkan menutup grup WhatsApp-nya karena masalah privasi. Langkah itu dilakukan setelah Ankara menyerukan boikot nasional terhadap aplikasi perpesanan milik Facebook. [RT.com]


Mulai hari Senin, kantor tersebut beralih ke aplikasi perpesanan terenkripsi BiP, yang dikembangkan oleh perusahaan Turki Turkcell, lapor Bloomberg, mengutip pesan internal yang diposting ke grup WhatsApp.


Baca Juga: Pemerintah Turki Meminta Warganya Hapus Whatsapp, Beralih Ke Aplikasi Lokal


Keputusan itu diambil di tengah kekhawatiran yang berkembang atas rencana WhatsApp untuk mulai berbagi data pribadi dengan perusahaan induknya, Facebook. Kebijakan mulai berlaku pada 8 Februari, dan pengguna yang menolak persyaratan baru tidak akan dapat mengakses akun mereka di platform perpesanan.


Persyaratan pengguna yang diperbarui telah ditanggapi dengan permusuhan oleh pemerintah Turki, yang telah menggunakan masalah privasi untuk mempromosikan aplikasi dan layanan internet yang dikembangkan sendiri.


Ali Taha Koc, kepala Kantor Transformasi Digital kepresidenan, merilis pernyataan pada hari Sabtu di mana ia memperingatkan bahwa aplikasi buatan asing "mengandung risiko signifikan terhadap keamanan data." Dia mendesak warga Turki untuk beralih ke "perangkat lunak lokal dan nasional," mengklaim langkah tersebut akan membantu Turki melindungi datanya.


Baca Juga: Boeing: Dari Kena Denda hingga Pesawat 737-500 Sudah Diwanti-wanti Bermasalah


Seperti yang dikatakan Presiden Recep Tayyip Erdogan, mari kita bersama-sama melawan fasisme digital! dia menyimpulkan.






https://twitter.com/i/status/1347996614498144257




Pesan itu sepertinya beresonansi. Turkcell melaporkan bahwa sekitar satu juta pengguna baru bergabung dengan BiP Messenger dalam 24 jam terakhir. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 53 juta kali sejak diluncurkan pada 2013.

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

Presiden Iran: Tak Ada Perbedaan era Trump dan Biden

Minggu, 18 September 2022 | 10:36 WIB
X