• Sabtu, 27 November 2021

Komunitas Peduli Pendidikan Sebut Aliansi Dosen Tidak Representasikan Sivitas Akademika UNJ

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:27 WIB
Universitas Negeri Jakarta (Instagram/unj_official)
Universitas Negeri Jakarta (Instagram/unj_official)

KLIKANGGARAN-- Komunitas Peduli Pendidikan merespons penolakan yang dilakukan Aliansi Dosen UNJ terhadap pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada K.H. Ma’ruf Amin dan Erick Tohir oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Komunitas Peduli Pendidikan yang beranggota puluhan sivitas akademika UNJ menilai, Aliansi Dosen UNJ (ADU) merupakan gerakan segelintir dosen, tepatnya hanya terdiri atas 4 (empat) orang dosen dan suaranya tidak merepresentasikan opini umum dosen UNJ apalagi sivitas akademika UNJ.

“Kami warga UNJ yang tergabung dalam Komunitas Peduli Pendidikan merasa perlu mengeluarkan beberapa pernyataan. Manuver-manuver yang dilakukan oleh ADU sangat politis dan justru menciptakan suasana kampus yang tidak kondusif untuk mencapai visi misi UNJ,” ujar Koordinator Komunitas Peduli Pendidikan, Andi Hadiyanto Koordinator Komunitas Peduli Pendidikan dalam keterangannya, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: Taliban Penggal Kepala Pemain Voli Junior Bagian dari Tim Nasional Wanita Afghanistan

Sebagai warga UNJ, kata Andi, orang-orang yang tergabung dalam ADU melemparkan tudingan yang tendesius menginjak-injak marwah kampus mereka sendiri. “ADU menyatakan diri sebagai gerakan penyelamat dan reformasi di kampus UNJ, namun realitasnya justru melukai perasaan dan logika sivitas akademika UNJ dan melakukan pembusukan di kampus di mana mereka hidup dan dibesarkan,” cetusnya.

Dikatakannya, ADU terlalu terburu-buru menolak wacana pemberian gelar Doktor HC terhadap kedua tokoh di atas, dengan menggunakan argumen yang tidak didasari oleh informasi yang utuh dan valid. “Menghimbau sivitas akademika UNJ untuk bersama-sama membangun dan merawat kebebasan dan moral akademik dengan menjunjung tinggi kultur akademik,” tutur Andi yang juga Dosen Jurusan Pendidikan Agama Islam UNJ.

Menurut Andi, pernyataan ADU terkait tidak adanya otonomi, kebebasan, dan moral akademik di lingkungan sivitas akademika UNJ saat ini adalah sikap hipokrit dan anti realitas. Dia pun mengajak dosen-dosen anggota ADU untuk melakukan dialog dan klarifikasi informasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait di kampus, sebelum mengeksposnya ke ranah publik.

Baca Juga: Pendukung Deklarasikan Anies Baswedan Maju Pilpres 2024, Ganjar Teratas menurut Survei CPCS

“Menghimbau seluruh sivitas akademika UNJ untuk mengedepankan spirit kekeluargaan sebagai warga UNJ dalam menyampaikan kritik dan saran,” tegas Andi. Demi menjaga marwah kampus, pihaknya menghimbau seluruh sivitas akademika UNJ agar tetap solid dan fokus untuk merealisasikan visi mulia UNJ “menjadi kampus bereputasi di tingkat Asia”

Selain itu, Andi menuturkan “agar berbagai pihak di luar UNJ untuk menghormati setiap kebijakan internal UNJ, mengingat proses penetapannya telah dilakukan melalui mekanisme sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X