• Senin, 24 Januari 2022

Soal Dana DAK Muratara, MAKI Sumsel Sebut Keterangan Kepala BPKAD Tidak Relevan

- Senin, 27 September 2021 | 12:49 WIB
MAKI Sumsel (Klikanggaran/Iyan Linggau)
MAKI Sumsel (Klikanggaran/Iyan Linggau)


Muratara, Klikanggaran.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel), memberikan sejumlah keterangan mengenai alasan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang menyebutkan terkait persoalan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Tahun Anggaran (TA) 2020 menjadi beban APBD pada tahun mendatang dinilai tidak relevan.

Koordinator MAKI Sumsel, Boni Belitong, mengungkapkan bahwasannya dana DAK yang merupakan suntikan dana dari Pemerintah Pusat sudah melalui proses yang panjang untuk peruntukannya, namun pada faktanya dijumpai bahwa dana tersebut menjadi piutang pada neraca APBD Kabupaten Muratara TA 2021.

"Ini sangat ironi sekali, dana DAK yang sudah jelas peruntukannya malah dialihkan untuk kegiatan lain, dan anehnya, progres fisik yang dikerjakan oleh pihak rekanan pemenang proyek dana DAK justru tidak dibayar, padahal sudah selesai 100 persen," ujar Koordinator MAKI Sumsel, Boni Belitong, melalui keterangannya pada Klikanggaran.com, Senin (27-9).

Baca Juga: Pejuang Muda: Tempat Mahasiswa Mengaplikasikan Ilmunya di Masyarakat, Yuk Daftar! Ada Honornya, Lho

Menurut Boni, mengenai pernyataan Kepala BPKAD Muratara yang menyatakan dana tersebut dialihkan untuk kegiatan lain sangat tidak relevan.

"Dari pernyataan beliau yang menyebutkan dasar pergeseran anggaran tersebut yakni PMK Nomor 130 tahun 2020, padahal aturan tersebut mengatur tentang perpajakan bukan mengenai dana DAK," ungkapnya.

Dijelaskan Boni, mengenai kurangnya anggaran pada porsi APBD diduga mengindikasikan potensi korupsi yang terselubung.

"Diduga ada potensi korupsi dalam skala yang besar, sebab jika pekerjaan telah selesai 100 persen maka dana tersebut segera bisa dicairkan, karena dana DAK memiliki rekening khusus, tetapi ada oknum yang menarik dana tersebut terlebih dahulu," bebernya.

Baca Juga: Bosan Work From Home? Yuk, Coba Work From Beach!

Boni beranggapan, pada proses penganggaran melalui proses yang panjang, sehingga tujuan prioritas menjadi tujuan utama.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nitizen Mencari Akun Istri Ganjar Pranowo, Kenapa ya?

Minggu, 23 Januari 2022 | 07:50 WIB

Gempa Bumi Sulut dengan Magnitudo sebesar 6.1

Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:46 WIB
X