• Minggu, 5 Desember 2021

Pungutan PHP Dinaikkan 400 Persen, Ribuan Nelayan di Kota Tegal Terancam Menganggur

- Senin, 27 September 2021 | 11:14 WIB
Ketua HNSI Kota Tegal & Ketua KUD Karya Mina Kota Tegal, Riswanto. (K.Wiyanato)
Ketua HNSI Kota Tegal & Ketua KUD Karya Mina Kota Tegal, Riswanto. (K.Wiyanato)


Tegal, Klikanggaran.Com - Ribuan nelayan di Kota Tegal terancam menganggur, lantaran tak bisa membayar pajak akibat kenaikan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tentang Pungutan Hasil Perikanan (PHP) sebesar 400 persen.

Para nelayan di Kota Tegal menolak kenaikan PNBP dan PHP tersebut. Hal ini disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Riswanto, Senin 27 September 2021.

"Sebelumnya kita sudah berupaya ketemu dengan pak Menteri yang difasilitasi oleh anggota komisi 4 DPRRI Ono surono, kami menyampaikan keberatan dengan kenaikn PNBP," kata Riswanto.

Baca Juga: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Padjaitan Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya. Kenapa?

Riswanto menjelaskan, kenaikan PNBP oleh pemerintah diatur dengan PP nomor 85 tahun 2021, serta aturan turunannya yakni keputusan menteri Kelautan dan Perikanan nomor 86 dan 87 tahun 2021 yang mengatur tentang harga patokan ikan.

Dijelaskan Riswanto, selama ini nelayan harus membayar PHP dimuka sebesar Rp. 90 juta untuk 1 tahun. Kini, dengan aturan yang baru nelayan harus membayar dimuka kurang lebih Rp. 400 juta. Hal ini dinilai para nelayan sangat memberatkan.

"Sekarang naik 400 persen dari 90 juta menjadi kurang lebih 400 juta. Ini tentu dengan 1 tahun melaut yang hanya 3 - 4 kali kami sangat keberatan," terang Riswanto.

Baca Juga: Tolak Proyek City Walk Malioboro Tegal, P3JAYA Akan Gugat Pemkot Tegal

Riswanto mengungkapkan, para nelayan terancam tidak bisa melaut jika tidak membayar PHP sebesar Rp. 400 juta dimuka. Sebab nelayan tidak akan mendapat Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP) atau Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) alat tangkap jaring tarik berkantong.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Panjang Letusannya

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:46 WIB

Status Gunung Semeru Level II, Ini Rekomendasi BPNB

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:13 WIB

Ganjar: Stop Berhenti di Situ, Jangan Diteruskan!

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:02 WIB
X