• Selasa, 30 November 2021

PM Malaysia: AUKUS Akan Menjadi Katalis untuk Perlombaan Senjata Nuklir

- Sabtu, 18 September 2021 | 20:52 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison  bicara AUKUS (AP)
Perdana Menteri Australia Scott Morrison bicara AUKUS (AP)

Klikanggaran.com-- AUKUS terus menjadi polemik di kawasan Indo-Pasifik. Sebelumnya Indonesia yang angkat bicara terkait AUKUS, sekarang giliran Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, telah memperingatkan bahwa kesepakatan AUKUS yang memungkinkan Australia memesan kapal selam bertenaga nuklir dapat memicu perlombaan senjata nuklir di wilayah tersebut.

Ismail menyatakan keprihatinan tentang efek pada stabilitas regional pada hari Sabtu, setelah dia berbicara dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison tentang perjanjian AUKUS. Sepertinya AUKUS yang merupakan kesepakatan baru Canberra dengan Amerika Serikat dan Inggris ditujukan untuk melawan China, dilansir RT.com.

Kesepakatan AUKUS bisa menjadi “katalis untuk perlombaan senjata nuklir di kawasan Indo-Pasifik,” dan juga bisa “memprovokasi kekuatan lain untuk bertindak lebih agresif di kawasan itu, terutama di Laut China Selatan,” Ismail memperingatkan. Dia kemudian meminta semua orang “untuk menghindari provokasi dan persaingan senjata di wilayah tersebut.”

Baca Juga: Desa Tonggara Kabupaten Tegal Alami Krisis Air Bersih Sepanjang Tahun. Makin Parah kalau Musim Kemarau.

Juga pada hari Sabtu, mantan diplomat Australia Bruce Haigh memperingatkan bahwa negara itu sekarang "terisolasi di Asia dan Eropa" karena kesepakatan AUKUS.

“Wilayah itu marah dengan keputusan kapal selam Morrison/Dutton,” kata Haigh, menuduh Morrison telah “berbohong kemarin ketika dia mengatakan bahwa wilayah itu memihak.”

Malaysia bukan satu-satunya negara di kawasan yang menyatakan keprihatinan atas AUKUS.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan pada hari Jumat bahwa mereka “sangat prihatin dengan perlombaan senjata yang terus berlanjut dan proyeksi kekuatan militer di kawasan itu,” dan meminta Morrison dan pemerintahnya untuk “menjaga perdamaian, stabilitas dan keamanan.”

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X