• Senin, 18 Oktober 2021

Wapres Tinjau Pelaksanaan PTM Terbatas dan Vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bogor

- Kamis, 9 September 2021 | 11:43 WIB
Wapres Ma’ruf Amin dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (09/09/2021).   (BPMI Setwapres )
Wapres Ma’ruf Amin dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (09/09/2021). (BPMI Setwapres )

KLIKANGGARAN.Com- Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin, Kamis pagi (09/09/2021) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Kunjungan kerja diawali dengan meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 1 Citeureup.

“Saya mengharapkan satuan pendidikan agar memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19,” ujar Wapres usai peninjauan.

SMPN 1 Citereup telah melakukan uji coba PTM terbatas sejak 1 September lalu. Setiap minggunya, pihak sekolah menerapkan batas maksimal 35 persen dari jumlah siswa yang boleh melakukan PTM terbatas di kelas.

Wapres menekankan agar sekolah yang melaksanakan PTM terbatas melakukan evaluasi secara berkala.

Dalam peninjauan kali ini Wapres didampingi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Bupati Bogor Ade M. Yasin, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansyah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Juanda Dimansyah, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Citeureup Muhamad Taryana.

Baca Juga: Indonesia Peringkat 6 Dunia, Pemerintah Tunjukkan Komitmen Tertinggi untuk Vaksinasi Covid 19

Dari SMPN 1 Citeureup, Wapres Ma’ruf Amin bertolak ke SMK Kesehatan Annisa, Citeureup untuk meninjau upaya percepatan pemberian vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat yang dilakukan oleh jajaran akademisi.

Di SMK Kesehatan Annisa, Wapres melihat secara langsung pelaksanaan vaksinasi bagi murid, orang tua murid, alumni SMK Kesehatan Annisa, serta masyarakat umum, ibu hamil, dan kelompok masyarakat lanjut usia (lansia).

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: BPMI – Setwapres

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X