• Rabu, 5 Oktober 2022

NIK Jokowi Bocor, Dirjen Dukcapil: Ada Sanksi Pidana Jika Memanfaatkan Data Orang Lain

- Jumat, 3 September 2021 | 15:31 WIB
Ilustrasi: Entri Data (Pixabay/fancycrave1)
Ilustrasi: Entri Data (Pixabay/fancycrave1)

Pasalnya, ada ketentuan sanksi pidana saat seseorang menggunakan data orang lain dengan tujuan memdapatkan informasi dari orang lain tersebut.

"Ini bukan (soal) kebocoran NIK, tetapi menggunakan data orang lain untuk mendapatkan data informasi orang lain. Ada sanksi pidananya untuk hal seperti ini," ujar Zudan dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (2/9/2021).

Menurut Zudan, ketentuan pidana tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Baca Juga: Masjid Ahmadiyah Dirusak, Alissa Wahid: Syariat siapa yang mengajarkan boleh merusak bangunan orang lain?

Pasal 94 UU Adminduk tersebut mengatur bahwa setiap orang yang memerintahkan dan/atau memfasilitasi dan/atau melakukan manipulasi data kependudukan dan/atau elemen data penduduk dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp75.000.000.

Lebih lanjut, Zudan juga menuturkan bahwa aplikasi PedulLindungi bisa dibuka oleh siapa pun.

Akibatnya, dia menyarankan aplikasi itu perlu dua faktor untuk autentifikasi.

"Jadi tidak hanya dengan NIK saja. Bisa dengan biometrik atau menggunakan tanda tangan digital," kata Zudan.

 

 

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X