• Senin, 5 Desember 2022

Dua Pejabat Tinggi Vaksin FDA Mengundurkan Diri, Sementara Biden Menyiapkan Suntikan ke-3

- Rabu, 1 September 2021 | 09:55 WIB
Ilustrasi: Vaksinasi (Pixabay/Whitesession)
Ilustrasi: Vaksinasi (Pixabay/Whitesession)

KLIKANGGARAN--Dua pejabat tinggi vaksin Food and Drug Administration (FDA) telah berhenti dari lembaga tersebut, menyerah tentang masa depan badan tersebut. Selain gagal menunjuk komisaris FDA tujuh bulan dalam masa jabatannya, Biden mempromosikan suntikan pendorong tanpa izin dari FDA.

Melansir RT.com, dua dari eksekutif puncak yang terlibat dalam penelitian dan pengujian vaksin di Food and Drug Administration akan meninggalkan FDA, menurut sebuah surat pada hari Selasa dari Peter Marks, kepala Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA.

Marion Gruber dan Phil Krause masing-masing adalah direktur dan wakil direktur dari Office of Vaccines Research dan Review lembaga tersebut.

Meskipun tidak ada alasan resmi yang diberikan untuk kepergian mereka, seorang mantan petinggi FDA mengatakan kepada outlet biotek Endpoints bahwa pasangan itu mengeluh bahwa CDC, dan khususnya Komite Penasihat Imunisasi (ACIP), telah mengambil hak untuk membuat keputusan yang sebelumnya telah diserahkan FDA.

Baca Juga: Warga Minta Dishub dan Satlantas Polres Batanghari Adakan Operasi Penertiban Armada Batu Bara

Para peneliti juga diduga kesal dengan Marks karena tidak membela mereka melawan CDC.

Keputusan pemerintahan Biden untuk mengumumkan putaran ketiga suntikan vaksin "penguat" mRNA tanpa berkonsultasi dengan mereka hanyalah pukulan terakhir.

Setelah akhirnya memberikan persetujuannya untuk vaksin Pfizer-BioNTech delapan bulan setelah vaksin itu disahkan pada penggunaan darurat, FDA mengisyaratkan minggu lalu bahwa lembaga itu akan membuat suntikan penguat dari obat berbasis mRNA tersedia pada tanggal 20 September untuk mereka yang telah menerima dosis kedua mereka delapan bulan sebelumnya.

Gruber menghabiskan lebih dari 30 tahun dengan lembaga tersebut dan berencana untuk pensiun pada akhir Oktober, sementara Krause telah bekerja untuk FDA selama lebih dari satu dekade.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Twitter dan Para Aktivis di Timur Tengah

Sabtu, 19 November 2022 | 09:01 WIB

Elon Musk Curhat Twitter Ditinggal Pengiklan

Minggu, 6 November 2022 | 08:52 WIB
X