• Minggu, 28 November 2021

PDPDE Sumsel Dianggap Lumbung PAD, Bak Gadis Cantik Dirudapaksa

- Kamis, 23 September 2021 | 06:08 WIB
PDPDE Sumsel (dok. Harmoni Lombok)
PDPDE Sumsel (dok. Harmoni Lombok)


Palembang, Klikanggaran.com-- Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik Sumsel. Pasalnya, terjadi dugaan korupsi yang kini menyeret nama eks Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin.

Sebelumnya, harus kita akui, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumsel adalah salah satu pihak yang paling getol memperjuangkan terbukanya mega skandal dugaan korupsi di tubuh PDPDE Sumsel. Jauh sebelum adanya penetapan tersangka oleh Kejagung, redaksi Klikanggaran hampir setiap pekan mendapat siaran pers dari Deputy MAKI Sumsel, Ir Feri Kurniawan.

Pria yang berpenampilan sederhana itu menganggap, PDPDE Sumsel adalah lumbung PAD dan layak menjadi perusahaan nasional, namun bak gadis cantik yang dirudapaksa.

Baca Juga: Akan Terapkan Vaksinasi Door to Door, Kapolda Babel: Targetnya Akhir Bulan Mencapai 45 Persen

Pasalnya potensi PDPDE Sumsel berpotensi menyumbang pendapatan Rp100 miliar per tahun. Yang terjadi hanya menghasilkan Rp1,3 miliar per tahun.

"Selaku pemilik hak beli gas negara dengan harga COGS atau HPP sebesar volume 15 Milion Milion Standart Cubic Feet Day (15 MMSCFD) maka Perusda BUMD Sumsel layak menjadi perusahaan minyak nasional”, ujar Feri Kurniawan mengutip pernyataannya seperti dilansir dari transformasinews.com

“HPP US$ 5,5 per 0,001 MMSCF atau MMBTU layak dijual di pasar Domestic di kisaran US$ 9,5 per MMBTU tak menjadikan PDPDE lumbung PAD, tapi malah seperti menjadi gadis cantik yang dirudapaksa. Hanya US$ 0,1 per MMBTU menjadi hak PDPDE melalui perusahaan “JV” PT PDPDE Gas”, jelasnya.

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X