• Rabu, 29 Juni 2022

Perkara Korupsi PDPDE Disebut Mangkrak di Kejagung

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 01:05 WIB
images (3)
images (3)


Palembang,Klikanggaran.com - Dugaan korupsi penjualan Gas Jambi Merang sepertinya sudah hilang diterpa angin Selat Malaka. Perkara korupsi terbesar di Perusahaan Daerah (PD) di Indonesia disebut mangkrak di tangan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Hal itu sebagaimana diungkapkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel).


MAKI Sumsel juga sangat menyesalkan mangkraknya dugaan korupsi itu di Kejaksaan Agung.


"Kami telah membantu habis-habisan Kejati Sumsel dengan segala daya upaya dan sampai pada bukti otentik kerugian negara yang mengindikasikan minimal kerugian negara Rp665 miliar. Kejati Sumsel, Ali Mukartono, sangat antusias kala itu mengungkap dugaan mega korupsi ini, namun setelah menjadi Jampidsus terkesan beliau tidak lagi antusias," ujar Deputy MAKI Sumsel, Ir. Feri Kurniawan, melalui keterangannya, Jumat (23-7).


Dikatakan Feri, jika Jampidsus sudah tidak yakin dan kurang peduli, ada baiknya perkara tersebut diserahkan ke Kejari Palembang yang lebih mampu mengurai perkara seperti penjualan gas di SP2J Palembang.


"Penyidikan dugaan kasus korupsi pembelian gas bumi Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel, yang tadinya penyidikannya dilakukan oleh Kejati Sumsel kini resmi telah diambil oleh Kejagung RI, hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel, Drs. M. Rum, SH, MH," ujarnya.


Selain itu, kata Feri, dalam perkara ini Kejati Sumsel juga telah menerima sebagian pengembalian uang kerugian negara terkait fee sebesar Rp652 juta yang diserahkan oleh salah satu perusahaan dari tujuh perusahaan yang menerima total fee penjualan gas PT PDPDE sebesar Rp66 miliar.


Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X