• Minggu, 5 Desember 2021

Menteri PPPA Apresiasi Gerakan Bantu Keluarga yang Hadir untuk Anak Kehilangan Orang Tua Karena Covid 19

- Senin, 30 Agustus 2021 | 12:38 WIB
Menteri PPPA kunjungi 3 anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 (Dok.klikanggaran.com/GBA)
Menteri PPPA kunjungi 3 anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 (Dok.klikanggaran.com/GBA)

Jakarta, Klikanggaran.com – Seperti kita ketahui bersama, Pandemi Covid-19 tidak hanya merenggut nyawa, tapi juga mengancam masa depan anak-anak Indonesia yang kehilangan orang tua. Gerakan Bantu Keluarga hadir menjadi bagian dari upaya merawat solidaritas public bagi anak yang kehilangan pengasuhan orang tua akibat Covid-19.

Mengingat kondisi pada masa pandemik covid-19, peluncuran Gerakan Bantu Keluarga dilakukan secara virtual pada Minggu, 29 Agustus 2021. Acara ini melibatkan sejumlah pembicara dengan host Fristian Griec, jurnalis, dan Sekjen Gen Indonesia. Turut hadir dalam acara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Menteri PPPA mengapresiasi Gerakan Bantu Keluarga yang digelar bersamaan dengan kunjungannya ke rumah tiga bersaudara anak yatim piatu akibat Covid-19. Anak-anak tersebut adalah Fiona Octaviani (13 tahun), James Fernando (11 tahun), dan Charles Asyera (4 tahun). Mereka tinggal di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: Waduh, Varian Virus Corona C.1.2 Terdeteksi di Afrika Selatan, Varian Paling Banyak Bermutasi Sejauh Ini

Chico Hakim, Aktivis Sosial, berbagi kisah tentang dampak yang dialami oleh kedua anaknya setelah sang istri, Citra Saroso, meninggal dunia pada Juli 2021 lalu. Sementara itu, Sonya Hellen, Ketua Jurnalis Kawan, menyatakan perlu membuat pendataan dengan kunjungan langsung, setelah informasi awal selanjutnya assessment untuk menggali kebutuhan dasar dan lanjutan. Hal ini bertujuan memberikan perlindungan sejak dilakukan emergency respon, penanganan, dan rencana kelanjutan.

Menurut Sonya, hal tersebut menjadi kunci untuk memastikan anak terlindungi dengan benar dan baik, tanpa mengabaikan kebutuhan jangka panjangnya.

Salah satu inisiator gerakan, Ilma Sovri Yanti, menyebut bahwa Gerakan Bantu Keluarga ini ingin mengisi ruang kosong untuk membantu mereka. Antara lain dengan sinergi bersama lintas kementerian dan lembaga maupun pihak swasta dan masyarakat, untuk menjangkau mereka di mana pun berada.

Baca Juga: Tips Sukses Melewati Hari di Tengah Pandemi

“Gerakan ini tidak hanya sekedar data, angka, dan statistik. Ada kebutuhan panjang yang harus menjadi perhatian serius dalam menjawab kerja perlindungan pada anak-anak yang kehilangan pengasuhan dan tidak diharapkan dari mereka juga akan kehilangan masa depan,“ kata Woro Wahyuningtyas, pendiri Paritas Institute.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bagaimana Drakor Meracuni Anda? Ini Contohnya

Senin, 29 November 2021 | 22:55 WIB

Jejak Islam di Bali

Sabtu, 27 November 2021 | 17:22 WIB

Pengen ke Bali Lagi? Jalan-Jalan ke Bukit Cinta, yuk!

Jumat, 26 November 2021 | 16:29 WIB

Nyai Sampur dalam Wisata Mistis Gunung Kawi

Rabu, 24 November 2021 | 16:31 WIB

Mengapa Hari Guru Nasional pada Tanggal 25 November?

Selasa, 23 November 2021 | 10:57 WIB

Cirebon Tidak Bisa Dilepaskan dari Sejarah Mataram

Senin, 22 November 2021 | 21:02 WIB

Syukur Waktu 10, Mari Bangkit dan Berkarya !!!

Selasa, 16 November 2021 | 21:28 WIB
X