• Kamis, 9 Desember 2021

PMII UNJ, Akselerasi Pergerakan di Era Disrupsi: Kader Ngak Boleh Diem!

- Minggu, 19 September 2021 | 14:57 WIB
PK PMII UNJ berfoto setelah acara PKD usai (Dok. PMII UNJ/anas)
PK PMII UNJ berfoto setelah acara PKD usai (Dok. PMII UNJ/anas)

Baca Juga: The Tomorrow War: SBY dan Pemanasan Global

Sehingga kehadiran PKD ini, akan menjadi bekal untuk menjadi kader PMII yang militan serta mampu mengakselerasikan pergerakannya di era disrupsi sekarang ini. Karena era disrupsi sekarang ini telah terjadi perubahan secara besar-besaran dengan banyaknya inovasi muncul yang mengubah beberapa sistem atau tatanan kehidupan manusia.

Adanya sistem kaderisasi semacam PKD ini, merupakan gambaran keseriusan PMII komisariat Universitas Negeri Jakarta dalam mengelola para kadernya agar menjadi kader yang memiliki totalitas dalam mengikuti pembelajaran yang terarah, terencana, sistematik, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan.

Hal tersebut penting sehingga nantinya para kader PMII UNJ dapat mengembangkan potensi, mengasah kepekaan, melatih sikap, memperkuat karakter, mempertinggi harkat maupun martabat, memperluas wawasan, dan meningkatkan kecakapan insan-insan pergerakan kader PMI menjadi manusia yang muttaqim, beradab, berani, santun, cendikia-cendikia, berkarakter, terampil, loyal, peka, dan gigih dalam menjalankan roda organisasi dalam upaya pencapaian cita-cita yang sudah diperjuangkan.

Tentunya semua itu bersumber pada nilai maupun prinsip yang sudah lama digali ataupun dikembangkan dari tiga pilar pengkaderan PMII, yakni kemahasiswaan, keIslaman, dan keIndonesiaan. PMII UNJ memiliki mimpi kedepan yang jauh lebih tinggi lagi untuk tampil jauh lebih maksimal dalam menyentuh hati para mahasiswa agar mereka-mereka mau bergabung ke dalam PMII dan beproses di PMII serta mengembangkan potensi dirinya di PMII.

Baca Juga: Sakirun , Ketua PMI Lumbir Banyumas, 31 Tahun Mengabdi di PMI, Dinobatkan Sebagai Pengurus Terlama

Sebagai kader PMII, sekiranya kita juga perlu memahami bahwasannya perubahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat luas semakin cepat dan begitu berat serta harus dihadapi secara bersama dengan semangat ideliasme kritis untuk terus membela hak-hak kaum tertindas dan berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kejujuran.

(Tulisan ini bersifat komunitas, dan ditulis oleh Annas Eka Wardhana)*

Apabila artikel ini menarik, sekiranya Anda berkenan untuk menshare kepada teman-teman Anda, terima kasih.

 

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bagaimana Drakor Meracuni Anda? Ini Contohnya

Senin, 29 November 2021 | 22:55 WIB

Jejak Islam di Bali

Sabtu, 27 November 2021 | 17:22 WIB

Pengen ke Bali Lagi? Jalan-Jalan ke Bukit Cinta, yuk!

Jumat, 26 November 2021 | 16:29 WIB

Nyai Sampur dalam Wisata Mistis Gunung Kawi

Rabu, 24 November 2021 | 16:31 WIB

Mengapa Hari Guru Nasional pada Tanggal 25 November?

Selasa, 23 November 2021 | 10:57 WIB

Cirebon Tidak Bisa Dilepaskan dari Sejarah Mataram

Senin, 22 November 2021 | 21:02 WIB

Syukur Waktu 10, Mari Bangkit dan Berkarya !!!

Selasa, 16 November 2021 | 21:28 WIB
X