• Minggu, 5 Desember 2021

Nadiem: Sekolah Tatap Muka Terbatas untuk Daerah PPKM Level 3

- Sabtu, 28 Agustus 2021 | 15:05 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dok. kemdikbud.go.id)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dok. kemdikbud.go.id)

Jakarta, Klikanggaran.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengimbau agar daerah yang menerapkan PPKM level 3, level 2, dan level 1, melakukan sekolah tatap muka terbatas. Dalam aturan PPKM pemerintah pusat, sekolah tatap muka memang sudah bisa dilakukan di wilayah PPKM level 3, level 2 dan level 1. Aturannya adalah kapasitasnya maksimal 50%, dua jam dalam sehari dan berlangsung dua kali dalam seminggu.

Nadiem beralasan sekolah online terlalu lama bisa berisiko, bahkan pada penurunan capaian belajar hingga putus sekolah.

Nadiem mengungkapkan bahwa di berbagai daerah banyak terjadi learning loss yang dampaknya permanen, kekerasan terjadi dalam rumah tangga.

Nadiem mengungkapkan, untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka tidak perlu menunggu anak usia 12-17 tahun seluruhnya divaksin Covid-19, sebab saat ini semua tenaga pendidik sudah menjalani vaksinasi dosis kedua.

Baca Juga: Dugaan Korupsi PT Pusri Disebut Melibatkan Oknum Manager Pemasaran

"Pertama hal yang mungkin miss persepsi bahwa vaksinasi itu bukan pra kondisi atau kriteria untuk pembukaan sekolah. Saya ulangi sekali lagi vaksinasi itu bukan keperluan atau kondisi pemerintah untuk membuka sekolah. Kondisinya yang boleh harus berada di level 1-3 itu saja," ungkap Nadiem.

Dia menambahkan, bagi siswa yang belum divaksin pun bisa mengikuti pembelajaran tatap muka asalkan ada persetujuan dari orang tua murid dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Itu karena menunggu program vaksinasi tuntas tentunya membutuhkan waktu yang lama.

Baca Juga: Mulai Senin, 30 Agustus Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas Diterapkan di DKI Jakarta

"Semua sekolah di Level 1-3 semua boleh melaksanakan tatap muka tapi vaksinasi guru menjadi kewajiban membuka tatap muka. Jadi bukan vaksinasi dulu baru tatap muka tapi kalau gurunya sudah di vaksin wajib memberikan opsi tatap muka. Ini poin yang sudah saya ulang berkali-kali," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Oleh-oleh Kunjungan Yaqut Cholil Qoumas ke Arab Saudi

Senin, 29 November 2021 | 13:41 WIB

Geram! Jokowi Klaim Pernah Tegur Keras Dirut Pertamina

Senin, 22 November 2021 | 12:44 WIB

Di Mata KPK, Kemensos Adalah Kementerian yang Strategis

Selasa, 16 November 2021 | 20:03 WIB

Fatwa MUI: Perdagangan Kripto Adalah Haram

Jumat, 12 November 2021 | 16:47 WIB
X