• Sabtu, 27 November 2021

Dapatkah Watak Seseorang Berubah?

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 06:37 WIB
Ilustrasi (@sekar_mayang)
Ilustrasi (@sekar_mayang)


KLIKANGGARAN-- Watak adalah pembawaan atau karakter yang dimiliki manusia sejak lahir. Lebih dari enam miliar penduduk Bumi, tentu mereka memiliki watak yang berbeda-beda. Dalam KBBI daring, watak diartikan sebagai sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat (diakses 9 Oktober 2021).

Akan tetapi, perbedaan watak tidak serta-merta tampak ekstrem. Para penggiat astrologi mengelompokkan mereka ke dalam dua belas zodiak, sementara para antropolog dan sosiolog melihat kecenderungan persamaan watak berdasar tempat tinggal.

Watak manusia memang tidak bisa langsung dikenali. Jika kita sudah mengenal bertahun-tahun, tentu paham watak orang tersebut berdasarkan tingkah lakunya sehari-hari. Namun, jika baru bertemu, mungkin kita bisa melihat asal daerahnya supaya bisa meraba-raba bagaimana wataknya.

Baca Juga: Gempa Bali Berkekuatan 4.8 Magnitudo, Benarkah Berkaitan dengan Gempa 9 SR?

Misalnya, orang-orang yang tinggal di pesisir biasanya cenderung berbicara dengan intonasi tinggi dan gaya bicara mirip orang sedang berdebat. Ini bukan berarti mereka betulan sedang berdebat, hanya saja mereka harus mengimbangi suara mereka dengan kencangnya embusan angin laut.

Atau contoh lain, orang-orang yang tinggal di kota cenderung bicara dengan ritme cepat dan terkesan tegas. Ini tidak selalu berkaitan dengan watak keras. Bicara dengan cepat bisa jadi karena ritme hidup di kota yang serbacepat pula. Semata-mata demi mengejar waktu yang terasa lesat berjalan.

Tentu saja teori ini tidak bisa dipukul rata. Meskipun tinggal di daerah yang sama, pasti ada beberapa orang yang memiliki cara bicara berbeda. Bisa karena memang pembawaan, atau mungkin karena pembiasaan dalam lingkaran terkecilnya. Tak jarang juga hanya karena ingin tampil beda.

Baca Juga: Yesss, Indonesia Masuk Final Piala Thomas, Ketemu China Di Final

Satu yang pasti, umumnya watak susah dibelokkan di tengah jalan, apalagi jika itu dilakukan oleh orang lain. Kalaupun bisa, itu akan membutuhkan waktu lama dan proses menyakitkan. Ini bukan berarti ada prosesi penyiksaan ala kerja rodi atau romusha. Hanya saja, mengubah pakem sama saja dengan memaksa seseorang menanggalkan kenyamanan yang sejak awal ia peluk.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nasi Bogana, Kuliner khas Cirebon atau Tegal?

Jumat, 19 November 2021 | 16:55 WIB

Mike Tyson 'Tantang' Racun Kodok, KO?

Jumat, 19 November 2021 | 15:30 WIB

Temukan Passionmu dengan Tiga Cara Ini!

Selasa, 16 November 2021 | 17:34 WIB

Wingko Babat : Ternyata Sejarahnya Bukan Asli Semarang

Sabtu, 13 November 2021 | 21:26 WIB

Waspadai Gejala Stres pada Anak

Jumat, 12 November 2021 | 07:48 WIB

Sate Maranggi: Kelezatan Rasa dan Akar Sejarahnya

Kamis, 11 November 2021 | 17:10 WIB

Seperti Apakah Orang yang Menyandang Sebutan Kaya?

Senin, 8 November 2021 | 08:59 WIB

Benarkah Bijih Emas Bisa Didapatkkan di Sungai?

Minggu, 7 November 2021 | 15:09 WIB

Mengenali dan Mengilmukan Sifat-Sifat Rasulullah Saw

Sabtu, 6 November 2021 | 08:45 WIB
X