• Selasa, 24 Mei 2022

2021 Empat Ruas Tol Sudah Dijual, Hingga 2025 Waskita Akan Kembali Lepas Sejumlah Ruas Tol

- Jumat, 5 November 2021 | 13:54 WIB
Pengerjaan jalan tol (Badan Pengaturan Jalan Tol)
Pengerjaan jalan tol (Badan Pengaturan Jalan Tol)

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan penyebab PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memiliki liabilitas, termasuk utang, yang cukup tinggi pada tahun buku 2019 yang mencapai Rp 93,47 triliun.

Menurut Tiko, beban utang yang tinggi itu mencapai puncaknya pada tahun 2019 setelah Waskita agresif mengakuisisi jalan tol dari pihak swasta sejak tahun 2015 sampai dengan 2017 lalu. Rinciannya, utang tersebut senilai Rp70,9 triliun yang bersumber dari pinjaman bank dan obligasi dan sekitar Rp 20 triliun utang kepada vendor.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Kota Batu Malang, Jatim Waspada Bencana Hidrometeorologi

"Kenapa terjadi, tahun 2019-2020 pendapatan Waskita drop, pendapatan konstruksi dan tol yang beroperasi turunnya signifikan. Ini membuat kondisi keuangan waskita mengalami pemburukan signifikan," kata mantan Dirut PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) itu dalam Rapat Kerja di Komisi VI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (27/9/2021).

Untuk diketahui, hingga September 2021, Waskita sudah mendivestasikan empat ruas tol dan mendapatkan Rp 6,8 triliun dari proses tersebut. Dari proses divestasi ini, Destiawan menyebut perusahaan juga dekonsolidasi utang senilai Rp 6 triliun, sedangkan sisanya merupakan margin usaha.

Menurut Pihak Waskita, tidak ada yang rugi, karena ruas yang dilepas ini ruas bagus, hanya karena Covid sehingga traffic saat transaksi rendah tapi prospek ke depan terhadap ruas yang dilepas sangatlah baik.

Baca Juga: Tak Kuasa Baca Ini, Pasti Nangis: Gala, Ini Pesan dari Mami Vanessa Angel dan Papi Bibi!

Selain mendivestasikan tol miliknya, Waskita juga terus mengupayakan penyehatan keuangannya dengan dukungan pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) 2021 untuk menyelesaikan proyek jalan tol.

Selain itu juga obligasi penjaminan pemerintah untuk refinancing dan tambahan modal kerja sindikasi dengan penjaminan pemerintah untuk melanjutkan dan mendorong percepatan pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang dicanangkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Perusahaan juga telah melakukan restrukturisasi utang bank di Waskita dan anak usaha yang telah mencapai 92,35% dari target.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Impor Energi China dari Rusia Terus Melonjak!

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:38 WIB

Bankir JPMorgan Memperingatkan Risiko Ekonomi AS

Selasa, 5 April 2022 | 07:05 WIB
X