• Minggu, 26 September 2021

Sewa Laptop untuk Rekrutmen CPNS Tahun 2019 di Kemenkumham Rugikan Negara Rp1,5 Miliar

- Senin, 2 Agustus 2021 | 17:12 WIB
images (15)
images (15)


Jakarta,Klikanggaran.com - Pada tahun 2019, Kemenkumham melaksanakan Kegiatan Rekruitmen dan Seleksi CPNS. Sehubungan dengan adanya pandemi virus Corona, kegiatan tersebut dilanjutkan pada tahun 2020. Salah satu kegiatan tahun 2020 adalah melaksanakan ujian dengan bantuan komputer. Kegiatan Rekruitmen dan Seleksi CPNS ini diselenggarakan oleh Biro Kepegawaian Sekjen Kemenkumham, namun terkait sarana ujian seleksi tertulis CPNS dengan bantuan komputer disediakan oleh Ditjen AHU.

Ditjen AHU pada Tahun Anggaran 2020 menganggarkan penyediaan komputer tersebut dalam bentuk belanja barang Pengadaan Jasa Lainnya berupa Pengadaan Sewa Komputer Kegiatan Rekruitmen dan Seleksi CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Kemenkumham. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT SCF sesuai surat perjanjian Nomor AHU.1.PB.02.07-67/2020 tanggal 24 Januari 2020 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp24.340.782.400,00 selama 30 hari kalender dari tanggal 24 Januari sampai dengan 23 Februari 2020.


Pekerjaan telah selesai dan diserahkan kepada PPK dengan berita acara serah terima hasil pekerjaan Nomor AHU.1.PB.02.07-186/2020 tanggal 21 Februari 2020 dan dibayar lunas dengan SPM nomor 00245/AHU/15/IV/2020 tanggal tanggal 6 April 2020 sebesar Rp24.340.782.400,00.


Namun, terdapat kelebihan penetapan kebutuhan sewa komputer kegiatan Rekruitmen dan Seleksi CPNS Tahun 2019 di lingkungan Kemenkumham dalam HPS pada Ditjen AHU Sebesar Rp1.522.296.655,00.


Berdasarkan data yang dihimpun Klikanggaran.com, Biro Kepegawaian selaku penyelenggara kegiatan mengajukan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang disampaikan kepada PPK Pengadaan Sewa Komputer Kegiatan Rekruitmen dan Seleksi CPNS Tahun 2019. KAK tersebut memuat semua penjelasan/keterangan mengenai latar belakang pekerjaan, waktu, tempat, serta berapa perkiraan biayanya suatu kegiatan. KAK juga menguraikan rekapitulasi kebutuhan sewa laptop dan jaringan untuk kegiatan seleksi kompetensi dasar pada seleksi CPNS.


Rekapitulasi tersebut diperoleh Biro Kepegawaian dari seluruh Kantor Wilayah yang menyelenggarakan proses rekruitmen dan seleksi CPNS. Dalam pengadaan tersebut, juga dicantumkan back up laptop/komputer sebesar 10% dari kebutuhan namun tidak dihitung secara rinci dan tidak ada dokumen yang memastikan back up dihitung oleh masing-masing petugas di tiap lokasi ujian.

Berdasarkan KAK tersebut, PPK menetapkan kebutuhan sewa laptop dalam kontrak kerja tanpa melakukan perhitungan ulang serta pengujian atas kebenaran perhitungan kebutuhan sewa laptop tersebut, dengan anggapan bahwa rekapitulasi perhitungan kebutuhan tersebut sudah tepat serta tidak perlu dilakukan pengujian lagi, karena perhitungan yang dibuat oleh masing-masing Kanwil tersebut sudah mempertimbangkan jumlah peserta, kapasitas gedung, jumlah sesi dalam sehari, serta lamanya hari pelaksanaan ujian.


Dengan demikian, PPK menganggap hasil
perhitungan tersebut sudah akurat.
Namun demikian, menurut hasil pemeriksaan dokumen kontrak dan dokumen pembayaran menunjukkan PPK tidak melakukan evaluasi usulan kebutuhan sewa laptop sesuai jumlah peserta ujian CPNS. Hasil analisis perhitungan ulang atas kebutuhan jumlah sewa laptop dalam HPS menunjukkan bahwa perhitungan tersebut berdasarkan pada jumlah peserta ujian per lokasi dibagi dengan jumlah hari dan sesi ujian per hari ditambah input pin per sesi.


Dari hasil perhitungan ulang diketahui terdapat selisih lebih dari kebutuhan sewa laptop dibanding jumlah kebutuhan yang seharusnya sebanyak 772 unit per hari (13.506 unit – 12.734 unit) sebesar Rp1.522.296.655,00. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemborosan atas kelebihan kebutuhan sewa komputer sebesar Rp1.522.296.655,00.


Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X