• Rabu, 8 Desember 2021

Indonesia Urutan Ke-7 Dari 10 Negara Pengutang Terbesar, Bikin Galau Ketua MPR Bamsoet

- Kamis, 22 Oktober 2020 | 16:13 WIB
IMG-20201022-WA0027
IMG-20201022-WA0027


Jakarta, www.klikanggaran.com, — Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mendesak Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, untuk menjelaskan pemanfaatan utang luarnegeri bagi kesejahteraan rakyat.


Alasannya Indonesia masuk urutan ke-7 dari 10 negara berpendapatan kecil menengah dengan utang luar negeri terbesar versi Bank Dunia.


“Kita semua berharap dan terus mengingatkan menteri keuangan untuk tetap berhati-hati dan bijaksana dalam mengelola utang luar negeri. Sudah puluhan tahun Indonesia berstatus sebagai debitur pada sejumlah lembaga keuangan multilateral seperti Bank Dunia, IMF atau Bank Pembangunan Asia,” ujar Bamsoet, dalam keterangan Media, Kamis (22/10/20).


Indonesia, katanya, sudah memiliki pengalaman yang mumpuni dalam mengelola utang luar negeri namun tetap harus diperlukan kehati-hatian dan transparansi.


Menyusui rilis Bank Dunia terkait International Debt Statistics (IDS), yang menyebutkan Indonesia di posisi tujuh dari daftar 10 negara berpendapatan kecil-menengah dengan utang luar negeri terbesar.


Per 2019, utang luar negeri Indonesia tercatat 402,08 miliar dolar AS, akumulasi dari utang luar negeri pemerintah, BUMN dan swasta.


Surat Utang Tenor 50 tahun
Awal April 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia menerbitkan Global Bond sebesar US$ 4,3 miliar dalam 3 bentuk surat berharga global yaitu Surat Berharga Negara (SBN) seri RI1030, RI 1050, dan RI0470.


Seri RI1030 memiliki tenor 10,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 diterbitkan sebesar US$ 1,65 miliar dengan yield global sebesar 3,9%. Seri kedua yaitu RI1050 dengan tenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2050.


Nominal yang diterbitkan juga US$ 1,65 miliar dengan yield 4,25%. Seri ketiga adalah RI0470 dengan tenor 50 tahun, jatuh tempo 15 April tahun 2070 sebesar US$ 1 miliar dengan tingkat yield 4,5%.

Halaman:

Editor: dedy dj

Tags

Terkini

X