• Minggu, 28 November 2021

Bank BPR Gerbang Serasan Jawab Tudingan Dugaan Kerugian Yang Dialami

- Rabu, 27 November 2019 | 10:11 WIB
images (40)
images (40)






Palembang, Klikanggaran.com

 

Salah satu Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Bank BPR Gerbang Serang disinyalir mengalami kerugian. Dimana, pada tahun 2018 PT Bank Perkreditan Rakyat Gerbang Serasan berindikasi mengalami kerugian sebesar Rp412.930.772,35 (unaudited), dengan nilai proporsi kerugian yang didapatkan Pemerintah Kabupaten Muara Enim atas penyertaan modal pada PT Bank Perkreditan Gerbang Serasan adalah sebesar Rp402.859.290,10 atau 97,56% dari nilai kerugian.

 

Melalui Dirut BPR Gerbang Serasan, Sapril memberikan klarifikasi terhadap tudingan dugaan kerugian yang sedang di alami oleh BPR Gerbang Serasan. Berikut kami tampilkan pertanyaan (Quetion) dan jawaban (answer) dari Manajemen BPR Gerbang Serasan.

 

Quetion 1: Apakah benar BPR saat ini mengalami kerugian hingga ratusan juta?

 

Answer: Sebetulnya bukan rugi dalam arti sesungguhnya yang biasanya disebabkan kegagalan manajemen dalam mengelola perusahaan, karena kondisi defisit saat ini lebih disebabkan relatif kecilnya pendapatan dibandingkan dengan belanja yang harus dikeluarkan/dibayarkan, karena kondisi Bank BPR yang relative baru berdiri. Sesuai dengan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa untuk Bank BPR yang baru beroperasi tetap wajib memenuhi jumlah pegawai minimal yang mengisi pos-pos jabatan minimal dan sarana parsarana minimal untuk bisa dikeluarkan izin operasional.

 

Dengan jumlah pegawai yang wajib diisi dan sarana prasarana tersebut, tentunya membebani biaya operasional perusahaan yang tidak sedikit, sementara dilain pihak pendapatan utama perbankan dari pendapatan bunga atas kredit yang disalurkan, bertumbuh perlahan-lahan sesuai bertumbuhnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank BPR yang relative baru berdiri tersebut.

 

Quetion 2: Jika hal tersebut benar apa saja faktor yang melatarbelakangi kerugian tersebut?

 

Answer: Seperti sudah dijelaskan diatas bahwa BPR Gerbang Serasan Kabupaten Muara Enim adalah Bank BPR yang baru didirikan, dan harus sudah melengkapi sumber daya manusia dalam jumlah yang cukup dan juga harus melengkapi seluruh sarana dan infrastruktur yang layak serta memenuhi standar untuk dapat menjalankan kegiatan operasionalnya, dimana semua itu menjadi beban tetap bagi BPR.

 

Namun demikian dengan prinsip kehati-hatian BPR tetap mencari peluang untuk dapat menumbuhkan penyaluran kredit dimana pada tahun pertama beroperasi yaitu Desember 2017 Out standing kredit sebesar Rp21.196.031.481, Desember tahun 2018 sebesar Rp25.751.747.468,-  dan Oktober 2019 sebesar Rp38.444.979.117, Suatu pertumbuhan yang sangat signifikan untuk sebuah bank yang baru beroperasi.

 

Berkat kerja keras seluruh pimpinan dan pegawai Bank BPR serta dukungan yang luar biasa dari Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, pertumbuhan Bank BPR yang ditandai dengan meningkatnya jumlah nasabah tabungan, deposito serta debitur untuk kredit yang disalurkan, pendapatan perusahaan juga bertumbuh dengan pesat, dan sampai posisi Oktober 2019 BPR sudah mulai memperoleh laba Rp319.193.153 dan diharapkan pada tahun 2020 laba yang diperoleh BPR sudah dapat menutupi kerugian tahun-tahun sebelumnya dan BPR sudah dapat berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah.

 

Quetion 3: Hingga saat ini bagaimana propek bisnis  Bank BPR serta jumlah uang yang tersalurkan kepada Nasabah?

 

Answer: Prospek bisnis BPR sangat menjanjikan, tentu saja harus dilakukan dengan pengelolaan yang sehat dan hati-hati. Hal ini terlihat dari beberapa ihktisar keuangan utama Bank BPR dari tahun ketahun. Total aset BPR tahun 2017 sebesar Rp24.556.816.939, tahun 2018 sebesar Rp30.461.796.190 dan per Oktober 2019 sebesar Rp43.364.690.143.

Aktiva produktif (penyaluran kredit dan penempatan antar bank) tahun 2017 sebesar Rp24.479.906.900, tahun 2018 sebesar Rp30.122.164.385, dan per Oktober 2019 sebesar Rp42.851.955.824.

 

Penghimpunan dana (tabungan deposito dan antar bank) tahun 2017 sebesar Rp15.643.978.000, tahun 2018 sebesar Rp21.630.339.789, dan per oktober 2019 sebesar Rp.24.201.152.262.

 

Quetion 4: Apakah ada rencana penambahan atau permintaan modal kembali ke Pemkab Muara Enim kedepan, mengingat menurut informasi kami penyertaan modal Pemkab Muara Enim pada PT BPR Gerbang Serasan per 31 Desember 2018 adalah menyisakan sebesar Rp8.872.564.011,90?

 

Answer: PT. BPR Gerbang Serasan Kabupaten Muara Enim didirikan dengan modal dasar Rp36.000.000.000. Dari jumlah tersebut sampai dengan Oktober 2019 sudah disetor sebesar Rp20.250.000.000. Dimana sebesar Rp20.000.000.000 dimiliki oleh Pemkab Muara Enim dan sisanya sebesar Rp250.000.000 dimiliki oleh pihak ketiga.

 

Untuk kedepan guna memenuhi modal dasar BPR, Pemkab Muara Enim akan melakukan penambahan setoran modal sesuai dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah serta sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Kami sangat merasakan besarnya dukungan dari Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati atas perkembangan yang luar biasa dari Bank BPR Gerbang Serasan. Juga tidak ketinggalan dukungan dari masyarakat Kabupaten Muara Enim yang telah mempercayakan dananya untuk disimpan di Bank BPR serta melakukan pinjaman dana ke Bank BPR untuk pengembangan usaha produktif masyarakat.

 

Mari bersama-sama kita besarkan Bank BPR milik Pemerintah Kabupaten Muara Enim ini, termasuk kami juga menghimbau kepada kawan-kawan pemerhati dan rekan wartawan baik media cetak maupun media online, kalau tidak kita siapa lagi dan kalau tidak sekarang kapan lagi, terima kasih atas segala perhatiannya, wassalam.

 






 


 


Editor: Tim Berita

Tags

Terkini

CBA Soroti DAK Muratara Tahun 2020, Berdampak Pinalti?

Jumat, 19 November 2021 | 20:48 WIB
X