• Selasa, 18 Januari 2022

Pengadaan Sepatu Boot di PBDPK Pemkot Cirebon Tercium Indikasi Mark Up?

- Rabu, 6 Februari 2019 | 16:00 WIB
Pengadaan
Pengadaan

Jakarta, Klikanggaran.com (06-02-2019) - Pengadaan sepatu boot (Fire Boot) di Kantor Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (PBDPK) terindikasi di-mark-up. Dari pantauan klikanggaran.com diketahui, pada realisasi belanja tersebut nilai mark-up-nya senilai Rp140.010.000.

Di tahun 2016 diketahui, Kantor PBDPK telah menganggarkan belanja barang dan jasa sebesar Rp6.486.325.000. Dari nilai tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon telah merealisasikan hingga Rp6.149.330.735. Atau, 94,81 persen dari total anggaran.

Nilai belanja yang telah direalisasikan tersebut, di antaranya dipergunakan untuk kegiatan pengadaan sarana dan prasarana Pencegahan Bahaya Kebakaran. Antara lain berupa pembelian sepatu boot Damkar. Belanja tersebut dilaksanakan oleh Pemkot Cirebon kepada CV C. Sesuai dengan Surat Perintah Kerja Nomor 10/PPK-PSBD-Dasung/I/2016 tanggal 25 Januari 2016. Adapun nilainya adalah sebesar Rp194.350.000. Nilai tersebut untuk belanja 26 buah sepatu boot, dengan harga satuan sebesar Rp7.475.000.

Pengadaan Sepatu Boot


Selain itu, Kantor PBDPK juga melakukan pembelian sepatu (fire boot) sebanyak 105 pasang. Harga satuannya diketahui sebesar Rp2.090.000. Kemudian, ada juga pengadaan untuk paket baju dan celana tahan panas serta helm. Lebih lengkapnya, berikuti rincian belanja yang dilakukan Kantor PBDPK:

1. Baju dan celana tahan panas sebanyak 105 buah @Rp13.455.000 dengan jumlah harga Rp1.412.775.000;

2. Sepatu (Fire Boot) 105 buah @Rp2.090.000 dengan jumlah harga Rp219.450.000;

3. Sarung tangan (Fire Gloves) 105 buah @Rp745.000 dengan jumlah harga Rp78.225.000;

4. Helm (Fire Helm) 105 buah @Rp2.050.000 dengan jumlah harga Rp215.250.000.

Hasil konfirmasi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Menunjukkan bahwa belanja sepatu boot sebanyak 26 pasang ini dilaksanakan secara langsung. Dengan alasan mendesak, jadi dilakukan lebih sederhana dan tidak menggunakan metode lelang.

Inilah yang menjadi salah satu alasan publik menduga ada indikasi upaya mark up. Karena ada ketidaksesuaian metode yang digunakan oleh Kantor PBDPK.

Klikanggaran.com mencoba bandingkan dengan hasil pengadaan secara lelang. Diketahui, harga item sepatu boot tersebut lebih mahal sebesar Rp5.850.000/pasang (Rp.7.475.000 - Rp2.090.000). Sehingga terdapat kemahalan pada kegiatan pengadaan sepatu boot Damkar yang dilaksanakan oleh CV C sebesar Rp140.010.000 (26 x Rp5.385.000).

Baca juga : Bupati Cirebon Di-OTT KPK, Bukti Wewenang KASN Belum Optimal?

Editor: Bagus AlFatah

Tags

Terkini

Proyek Kemenhub di BTP Jabar Kurang Volume Rp273 Juta

Minggu, 16 Januari 2022 | 05:38 WIB

Ketua Bawaslu Muratara Diperiksa Terkait Dana Hibah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:26 WIB
X