• Kamis, 9 Desember 2021

Program Dana Gerbang Serasan Masih Bebankan APBD Muara Enim?

- Rabu, 30 Januari 2019 | 08:31 WIB
Program Dana
Program Dana

Palembang, Klikanggaran.com (30-01-2019) – Sebelum bicara program dana Gerbang Serasan, Pembaca pasti tahu kan, film berjudul 'Catatan Si Boy'? Kalau anak zaman sekarang, memiliki sosok Stefan William sebagai Boy Anak Jalanan. Nah, dunia film di zaman dulu juga memiliki sosok Boy, yang diperankan oleh Onky Alexander.

Film yang dirilis pada tahun 1987 ini memiliki empat sekuel. Film ini memang sangat diminati oleh masyarakat. Kisah drama sederhana yang diangkat film ini mampu mencuri perhatian para penikmat film pada zamannya, dan masuk dalam katagori film legend terlaris.

Kalau dunia film punya cerita 'Catatan Si Boy', Muara Enim punya cerita 'Dana Gerbang Serasan'. Awalnya, program dana gerbang serasan kembali mencuat sekitar pertengahan tahun 2016. Alfrian Addini kala itu bertestimony pada media online Klikanggaran.com. Intinya meminta pengungkapan dugaan adanya tabir gelap pada dana beku gerbang serasan.

Program dana gerbang serasan dibentuk tahun 2001 berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 6 Tahun 2001 tentang Gerbang Serasan. Dana tersebut merupakan jaminan bagi peserta kredit (usaha mikro, kecil, dan koperasi, yang memiliki usaha produktif di semua sektor ekonomi). Para peserta kredit tersebut mendapatkan subsidi bunga, yaitu selisih bunga komersial dengan bunga yang dikenakan kepada peserta gerbang serasan. Kemudian menjadi beban Pemkab Muara Enim yang harus dibayarkan ke bank pelaksana.

Subsidi bunga tersebut diperoleh dari jasa giro atas penempatan dana Pemkab Muara Enim di Bank BRI dan Bank Sumsel Babel. Sejak tahun 2008, Pemkab Muara Enim telah menerapkan pengelolaan gerbang serasan dengan pola baru. Di mana Pemkab Muara Enim tidak menjaminkan dana giro beku kepada peserta gerbang serasan. Melainkan peserta yang memberikan jaminan kepada perbankan pada saat dilakukan akad kredit.

Program Dana Gerbang Serasan


Pemkab Muara Enim hanya membantu subsidi bunga. Sedangkan program gerbang serasan pola lama telah ditutup seluruh rekening gironya. Dan, saldo rekening pada tahun 2013 telah ditransfer pada rekening umum kas daerah PT Bank Sumsel Babel Cabang Muara Enim. Kemudian dicatat sebagai penerimaan kembali investasi non permanen.

Kini, program dana gerbang serasan hanyalah tinggal nama. Seakan Pemkab Muara Enim telah mereinkarnasi menjadi PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR). BPR sendiri didirikan berdasarkan Perda No 2 Tahun 2013 tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Kabupaten Muara Enim. Penyertaan modal sebesar Rp5.000.000.000,00 dilakukan untuk proses pendirian izin prinsip kepada Bank Indonesia. Modal dasar PD BPR dan dana tersebut masih disimpan dalam bentuk deposito sebesar Rp2.000.000.000,00. Sebagai modal disetor untuk proses pendirian, izin prinsip, dan deposito, sebesar Rp3.000.000.000,00 sebagai modal kerja.

Tenggelamnya nama program gerbang serasan, tak bisa dipungkiri memunculkan banyak pertanyaan di ruang publik. Berapa miliar uang yang telah dikucurkan pada program gerbang serasan? Apakah program tersebut memang tepat sasaran? Lalu, bagaimana nasib agunan-agunan milik nasabah yang mengalami kredit macet?

Karena pada kenyatannya, APBD Pemkab Muara Enim masih dibebani, akibat dari program gerbang serasan itu sendiri. Hal ini terlihat dari adanya belanja subsidi yang dikeluarkan oleh Pemkab Muara Enim. Di antaranya untuk memberikan subsidi bunga kepada peserta kredit program gerbang serasan. Pada tahun anggaran 2013 sebesar Rp3.551.183.220,00 dan tahun anggaran 2014 Rp3.825.632.161,00.

Kemudian, pada TA 2017 Pemkab Muara Enim masih saja dibebani subsidi bunga kepada peserta kredit program gerbang serasan. Realisasinya sebesar Rp2.742.602.740,00 atau 74.91% dari anggaran sebesar Rp3.660.983.000,00. Dan, mengalami penurunan sebesar Rp1.640.255.505,00 jika dibandingkan realisasi TA 2016 sebesar Rp4.382.858.245.00.

Baca juga : Dana 35 M Gerbang Serasan Muara Enim Jadi Hantu?

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X