• Minggu, 5 Desember 2021

Laporan Dana Operasional BOS Bandung Barat Disinyalir Fiktif

- Senin, 8 Oktober 2018 | 07:30 WIB
images_berita_2018_Sept_IMG-20181008-WA0022
images_berita_2018_Sept_IMG-20181008-WA0022

Jakarta, Klikanggaran.com (08-10-2018) - Penatausahaan dana BOS yang disajikan dalam bentuk laporan terkait pendapatan, belanja, dan sisa dana BOS tahun 2016 oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) diduga fiktif.

Berdasarkan data yang diterima klikanggaran.com, laporan yang dibuat oleh Disdikpora tidak dapat diyakini nilai kewajarannya, karena dibuat tidak sesuai dengan pedoman penatausahaan dan pelaporan dana BOS yang ada.

Akibatnya, saldo kas yang disajikan pada periode 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp 1,11 miliar dan Rp 3,33 miliar tidak bisa dipertanggungjawabkan. Terlebih, nilai tersebut merupakan saldo kas yang ada di bendahara masing-masing satuan pendidikan. Yakni SD Negeri, SMPN, SMAN, dan SMK Negeri di lingkungan Kabupaten Bandung Barat.

Kas tersebut diberikan dalam bentuk Hibah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mestinya dapat digunakan untuk tujuan pendidikan dan program wajib belajar 12 tahun. Demi menyediakan anggaran tersebut, mestinya bisa mengakomodir keperluan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat.

Terlihat ada ketidakpatuhan dan tidak tertibnya para pejabat terkait yang dilakukan oleh Disdikpora dalam mengelola dana BOS yang ada. Tentu ini sangat berpotensi terjadi penyalahgunaan dan bahkan membuka celah korupsi di lingkungan Dispora.

Ini juga menjadi catatan, sudah sejauh mana kinerja Kepala Disdikpora, Imam Santoso, dalam hal tata kelola pendidikan di Kabupaten Bandung Barat, khususnya penataan dana BOS? Karena kerap kali dana BOS yang tidak sedikit nilainya, menjadi bancakan bagi para pejabat yang tidak bertanggung jawab.

Editor: Bagus AlFatah

Terkini

CBA Soroti DAK Muratara Tahun 2020, Berdampak Pinalti?

Jumat, 19 November 2021 | 20:48 WIB
X