• Kamis, 9 Desember 2021

Untuk Siapkan Satgas Nikel dan Beri Sanksi Surveyor Nakal, Mendag Luthfi Tunjuk Dirjen Veri dan Indrasari

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 10:16 WIB
Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono (
Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono (

 

JAKARTA, Jakarta-- Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN), Veri Anggrijono, serta Dirjen Perdagangan Luarnegeri, Indrasari Wisnu Wardana mendapat perintah dari Mendag Muhammad Luthfi untuk menelusuri sengkarut pengusaha nikel Nasional  dan Tiongkok. 

Selain itu, oleh Mendag Luthfi, Dirjen Veri dan Dirjen Indrasari diminta menyiapkan satuan tugas (Satgas) di tiap-tiap pabrik pemurnian (smelter) Tiongkok.

Mendag Luthfi meminta mereka agar menelusuri dan menemukan win-win solution.

Pun, Mendag Luthfi meminta mereka menyiapkan sanksi pencabutan izin surveyor, termasuk sanksi pidananya.

"Ya, kami diminta menelusuri dan menemukan win-win solution, termasuk membentuk Satgas, dan menyiapkan sanksi pencabutan ijin usaha surveyor hingga pidana jika terbukti melanggar," ujar Dirjen PKTN, Veri Anggrijono, sewaktu dikonfirmasi oleh awak media pada malam Jumat, 27 Agustus 2021.

Terkait silang sengkarut tersebut, Dirjen Veri memiliki alasan.

Sengkarut pengusaha Nasional dan Tiongkok itu, menurut Dirjen Veri, merugikan sumber daya alam Indonesia juga minimnya royalti Pemerintah serta pengusaha nasional. Kerugian itu terkait hasil uji kadar logam nikel yang jauh berbeda antara surveyor BUMN yaitu Sucofindo dan Surveyor Indonesia, dengan swasta diwakili Geo Service, Carsurin, dan Anindya. Juga harga patokan mineral (HPM).

Baca Juga: Erling Haaland Menuntut Gaji Besar £ 820.000 Per Minggu dalam Pembicaraan Transfer dengan Chelsea

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X