• Sabtu, 4 Desember 2021

Apakah Penambangan Bitcoin China Berada di Balik Pemadaman Listrik Besar-Besaran Iran?

- Sabtu, 23 Januari 2021 | 19:52 WIB
CRIPTOCURRENCY
CRIPTOCURRENCY


(KLIKANGGARAN)--Kontroversi telah meletus di Iran setelah pejabat senior menyalahkan penambangan cryptocurrency di China atas pemadaman berulang di negara itu, serta polusi yang meroket.


Menyusul pemadaman listrik besar-besaran di Teheran pada awal Januari, laporan dan pejabat media mulai menunjuk ke sebuah situs pertambangan besar Tiongkok dekat kota Rafsanjan.


KPAI Soroti Kasus Siswi Nonmuslim Diwajibkan Berjilbab


Situs itu, yang mempekerjakan 54.000 penambang, adalah situs resmi terbesar untuk penambangan Bitcoin di negara tersebut, dilaporkan menggunakan 175 megawatt jam listrik.


Area, yang beroperasi dengan nama perusahaan Iran-China Investment Development Group, telah menolak tuduhan tersebut, menyalahkan inefisiensi dalam industri listrik Iran atas pemadaman listrik.


Namun, menyusul protes publik, Fassihi Harandi, Gubernur Rafsanjan, mengumumkan bahwa Situs tersebut secara sukarela menghentikan kegiatannya.


"Pejabat dari [penambangan Bitcoin] ini memberi tahu [kami] bahwa tujuan menghentikan aktivitas unit ini adalah untuk menyediakan listrik bagi orang-orang di daerah pemukiman dan mencegah [lebih] padam," katanya.


Kemudian dinyatakan bahwa semua penambangan Bitcoin di negara itu telah menghentikan aktivitas mereka selama dua minggu.


Kontroversi tersebut tidak hanya menimbulkan pertanyaan tentang kelayakan penambangan cryptocurrency di Iran, tetapi juga menyoroti perpecahan signifikan dalam pembentukan politik Iran atas hubungan Iran dengan China, dengan beberapa tokoh pro-China menuduh tokoh-tokoh pro-AS berusaha mencoreng Beijing atas perselingkuhan tersebut.

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

Erick Thohir Ikut Nimbrung Soal Toilet di SPBU Pertamina

Selasa, 23 November 2021 | 14:33 WIB

Lima Pesawat N-219 PT DI Dibeli Sejumlah Kader NU

Jumat, 12 November 2021 | 13:53 WIB
X