• Jumat, 2 Desember 2022

Catat! Ini Keputusan Bahtsul Masail FMPP Soal Ganja untuk Medis

- Rabu, 21 September 2022 | 18:13 WIB
Jalsah Tsalits Komisi A Bahtsul Masail FMPP soal ganja untuk kebutuhan medis (Dok.klikanggaran.com/Istimewa)
Jalsah Tsalits Komisi A Bahtsul Masail FMPP soal ganja untuk kebutuhan medis (Dok.klikanggaran.com/Istimewa)

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan akan mendorong Komisi III DPR RI membahas rencana legalisasi ganja medis dalam rancangan undang-undang tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika yang kini sedang digodok DPR bersama pemerintah. "Kami akan mendorong rapat dengan Komisi III yang kebetulan sedang membahas revisi UU Narkotika. Nanti juga akan dikoordinasikan dengan komisi terkait, Komisi IX," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa, 28 Juni 2022.

Baca Juga: Sama-sama Sebut Nuget Dinosaurus, Mungkinkah ini Kode Antara Reza Arap dan Rossa

Di sisi lain, melegalkan ganja akan berpotensi sangat tinggi pada ketergantungan mental yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam jangka waktu yang lama. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Arianti Anaya, mewakili Pemerintah menyampaikan bahwa penggunaan minyak ganja ataupun ganja untuk tujuan medis belum dapat dilakukan di Indonesia. Selain karena sulitnya pengawasan penggunaan ganja jika dilihat dari letak geografis Indonesia, Arianti juga menyebut belum ada bukti manfaat klinis dari penggunaan ganja ataupun minyak ganja untuk pengobatan di Indonesia. Selain itu, tanaman ganja di Indonesia saat ini masih banyak yang bersifat merugikan daripada mendatangkan manfaat.

Oleh karena itu, Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menjelaskan bahwa ganja bisa digunakan untuk terapi atau obat karena di dalamnya mengandung beberapa komponen fitokimia yang aktif secara farmakologi, walaupun menurutnya ganja bukanlah satu-satunya obat untuk mengatasi penyakit termasuk cerebral palsy.

Di Indonesia sendiri ganja merupakan narkotika golongan I. Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 pasal 8 menyatakan bahwa "Narkotika Golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan".

Baca Juga: Mengejutkan, Benarkah Ambu Anne Gugat Cerai Kang Dedi Mulyadi, Apa Penyebabnya? Berikut Faktanya

Pertanyaan

a. Apakah dengan mempertimbangkan hal-hal dalam deskripsi, jika pemerintah memutuskan melegalkan ganja dalam rangka pengobatan dapat dibenarkan?

Jawaban

Mempertimbangkan deskripsi dan keterangan narasumber bahwa:

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peluncuran Buku Poros Mataram Islam

Kamis, 1 Desember 2022 | 14:42 WIB
X