• Minggu, 14 Agustus 2022

Amnesty International: Ukraina Membahayakan Warga Sipilnya, Tempatkan Aset Militer di Sekolah dan Perumahan

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 08:51 WIB
Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard (Instagram/amnestybefr)
Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard (Instagram/amnestybefr)

Secara khusus, Amnesty International mengatakan menemukan bukti aktivitas militer saat ini atau sebelumnya di 22 dari 29 sekolah yang dikunjungi di Ukraina antara April dan Juli.

Dikatakan bahwa penggunaan militer Ukraina yang melanggar hukum atas objek sipil tidak “dengan cara apa pun membenarkan serangan Rusia tanpa pandang bulu,” meskipun.

Baca Juga: Sandiaga: Pariwisata Ekonomi Kreatif Akan Ciptakan 4,4 Juta Lapangan Kerja pada 2024

Menurut Amnesty International tersebut, pasukan Ukraina tidak hadir di beberapa daerah pemukiman yang dinilai telah menjadi sasaran serangan Rusia.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan bahwa tujuan Amnesty International adalah untuk menciptakan “keseimbangan yang salah antara penjahat dan korbannya.”

Moskow menanggapi laporan tersebut dengan mengatakan telah berulang kali menyatakan bahwa pasukan Ukraina menggunakan warga sipil sebagai "perisai manusia" dan temuan Amnesty International hanya mengkonfirmasi hal itu.***

DISCLAIMER: Artikel ini telah tayang dalam bahasa Inggris di Russia Today dengan judul "Amnesty fully ‘stands by’ report on Ukraine".

 

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X