• Selasa, 29 November 2022

Menteri Pertahanan Rusia: Senjata Kiriman Barat untuk Ukraina, malahan Dijual di Pasar Gelap

- Selasa, 5 Juli 2022 | 21:38 WIB
Gambar hanya ilustrasi, tidak terkait dengan isi artikel (Instagram/ defence_report)
Gambar hanya ilustrasi, tidak terkait dengan isi artikel (Instagram/ defence_report)

KLIKANGGARAN -- Beberapa senjata yang dikirim oleh Barat ke Ukraina gagal mencapai tujuan yang dimaksudkan dan dapat memicu konflik lebih jauh, kata Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu pada hari Selasa, sebagaimana dilansir Russia Today.

Berbicara pada pertemuan kementerian, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan "Barat kolektif, dengan harapan menyeret konflik di Ukraina, melanjutkan pasokan senjata skala besar ke rezim Kiev."

“Lebih dari 28.000 ton kargo militer telah dikirim ke negara itu,” ungkap Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.

Baca Juga: Inilah Profil dan Agama Devy Anastasia, Peserta Masterchef Indonesia Season9 yang Jadi Sorotan karena OnlyFans

Namun, menurut informasi militer Rusia, “beberapa senjata asing yang dipasok oleh Barat ke Ukraina menyebar ke seluruh wilayah Timur Tengah, dan juga berakhir di pasar gelap,” kata Shoigu.

Pernyataan menteri datang segera setelah penyelidikan RT Rusia mengungkapkan bahwa pengiriman bantuan mematikan dari AS, Inggris, dan negara-negara NATO lainnya ke Ukraina menyebabkan munculnya pasar web gelap, di mana beberapa senjata dapat dibeli.

Para pedagang Ukraina mengklaim tidak hanya menawarkan senjata ringan atau pelindung tubuh, tetapi juga perangkat keras canggih seperti sistem anti-tank Javelin dan NLAW, dan drone peledak Phoenix Ghost dan Switchblade.

Baca Juga: Devy Anastasia Masterchef Indonesia Blak-blakan Buka Diri di OnlyFans, Isi Akunnya Bikin Penasaran!

Namun, tidak dapat sepenuhnya dikecualikan bahwa penjual sebenarnya tidak memiliki persediaan senjata, karena penyidik ​​RT tidak menyelesaikan pembelian apa pun.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Twitter dan Para Aktivis di Timur Tengah

Sabtu, 19 November 2022 | 09:01 WIB

Elon Musk Curhat Twitter Ditinggal Pengiklan

Minggu, 6 November 2022 | 08:52 WIB
X