Menteri Pertahanan Rusia: Senjata Kiriman Barat untuk Ukraina, malahan Dijual di Pasar Gelap

- Selasa, 5 Juli 2022 | 21:38 WIB
Gambar hanya ilustrasi, tidak terkait dengan isi artikel (Instagram/ defence_report)
Gambar hanya ilustrasi, tidak terkait dengan isi artikel (Instagram/ defence_report)

Akhir bulan lalu, negara-negara G7 berjanji untuk memberikan dukungan kepada Ukraina dalam segala bentuk “selama yang dibutuhkan.”

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan bahwa negara mereka akan terus memasok senjata ke Kiev untuk “memperkuat tangan mereka dalam perang dan negosiasi di masa depan.”

Baca Juga: Inilah Alasan Kenapa Tagar Respect Winter Trending di Twitter, Sikapnya Kepada Fans jadi Sorotan! Masa?

Bulan lalu, kepala Interpol, Jurgen Stock, memperingatkan bahwa konflik di Ukraina akan mengakibatkan banyak senjata muncul di pasar gelap.

Pada bulan April, seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa Gedung Putih memiliki kemampuan "hampir nol" untuk melacak senjata yang dikirim ke Ukraina.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada bulan Mei bahwa ia membahas pentingnya pelacakan dan pengamanan senjata yang dipasok AS dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Menteri Pertahanan Aleksey Reznikov, yang meyakinkannya bahwa mereka mengawasi mereka.

Baca Juga: Pakar Ekspresi Wajah Tangkap Hal Lain pada Angga Wijaya dan Dewi Persik saat Bicara Perceraian, Apa Itu?

Moskow telah memperingatkan agar tidak memasok senjata Barat ke Ukraina, dengan alasan bahwa itu hanya memperpanjang pertempuran, sambil meningkatkan risiko konfrontasi militer langsung antara Rusia dan NATO.

Rusia juga menjelaskan bahwa pasukannya akan menganggap setiap persenjataan asing di wilayah Ukraina sebagai target yang sah.***

DISCLAIMER: Artikel ini telah terbit dalam bahasa Inggris di RT.com dengan judul "Russia warns West about fate of weapons sent to Ukraine".

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X