• Minggu, 26 Juni 2022

KWT Mawar Mappedeceng Jadi Lokus Pengambilan Video Dokumenter, Diputar Saat Puncak KTT G-20 di Bali

- Kamis, 19 Mei 2022 | 12:33 WIB
Proses pembuatan video dokumenter di KWT Mawar Desa Sumber Harum, Mappedeceng (Dok.LHR)
Proses pembuatan video dokumenter di KWT Mawar Desa Sumber Harum, Mappedeceng (Dok.LHR)

KLIKANGGARAN -- Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Desa Sumber Harum Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara terpilih menjadi lokus pengambilan dan pembuatan video dokumenter untuk diputar pada pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali padda Oktober 2022 mendatang.

Pemilihan KWT Mawar sebagai lokus pengambilan video dokumenter tidak dilakukan begitu saja, tetapi sudah melalui survey dan identifikasi lapangan oleh Tim READSI Pusat, salah satunya melalu screening data. Dari 2.600-an kelompok tani (poktan), KWT Mawar dinilai terbaik dan layak menjadi lokus pengambilan video dokumenter.

Perwakilan Puslahtan Kementerian Pertanian untuk Program READSI, Dr. M. Apuk Ismane, S.Pt., M.Si., mengatakan bahwa pemilihan KWT Mawar Desa Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara, sebagai lokus pengambilan video dokumenter sudah melalui beberapa tahapan yang ada, salah satunya dengan melakukan survey langsung ke lokasi.

Baca Juga: Komandan Azov Ukraina Tunjukkan Foto-Foto Mengerikan dari Warga Sipil yang Dieksekusi

Proses pembuatan video dokumenter di KWT Mawar Desa Sumber Harum, Mappedeceng (Dok. LHR)

“Sebelumnya kita melakukan survei pencarian lokasi dan kita juga melakukan rapat intern dengan melibatkan Kepala Pusat Pelatihan dan Manager READSI, dan kita mengudang PH dan akhirnya kita mengambil kesimpulan bahwa salah satu lokus pengambilan video adalah di Kabupaten Luwu Utara, tepatnya di KWT Mawar ini,” jelas Apuk Ismane

Menurutnya, ada dua pertimbangan dipilihnya Luwu Utara sebagai lokus pengambilan video dokumenter untuk diputar pada pelaksanaan KTT G20 di Bali mendatang. Selain karena KWT Mawar dinilai berhasil dalam meningkatkan pendapatan dan gizi keluarga, juga Luwu Utara dinilai memiliki spot-spot wisata yang bisa menjadi ikon Luwu Utara.

“Ada beberapa daerah sudah memenuhi standar untuk pembuatan video dokumenter, dan salah satunya ada di Luwu Utara ini, bukan hanya KWT Mawar-nya, tetapi juga termasuk ikon-ikon wisata-nya,” terang dia.

Baca Juga: Inilah Sinopsis Film Cinta Subuh yang Baru Saja Tayang, Dilema!

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X