• Minggu, 22 Mei 2022

Ibu Kota Negara (IKN) Pindah ke Penajam Paser Utara, Apa Kata Ketua Pansus RUU IKN, Singgung Masa Depan Bangsa

- Senin, 17 Januari 2022 | 21:11 WIB
Ketua Pansus RUU IKN Ahmad Doli Kurnia (dpr.go.id/Erman)
Ketua Pansus RUU IKN Ahmad Doli Kurnia (dpr.go.id/Erman)

KLIKANGGARAN – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) Ahmad Doli Kurnia Tandjung berpendapat, membicarakan masalah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) sama dengan membahas masa depan bangsa.

Hal itu juga yang dilakukan ketika pendiri para bangsa ini menjadikan Jakarta sebagai ibu kota negara saat itu.

Pendapat tersebut disampaikan Ketua Pansus IKN usai kegiatan serap aspirasi Tim Kunker Pansus RUU IKN DPR RI dengan kesultanan, para tokoh, LSM dan organisasi masyarakat se-Kalimantan Timur, di Balikpapan baru-baru ini.

Menurut Doli Kurnia, pemindahan IKN bukanlah hal yang baru bagi bangsa ini. Sejak Bung Karno hingga Presiden Soeharto, gagsan memindahkan Ibu Kota Negera dari Jakarta sudah muncul.

Baca Juga: Nusantara Adalah Nama Ibu Kota Baru Indonesia

“Indonesia sendiri pernah mencetuskan hal ini saat zaman Presiden Soeharto. Waktu itu kita mau pindah ke Jonggol. Itu juga (pemindahan IKN) dilakukan oleh beberapa negara yang lain. Artinya, ketika kita bicara tentang pemindahan IKN, sama halnya kita berbicara mengenai visi dan masa depan bangsa dan negara,” ucap Doli.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menerangkan, pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini relatif cepat, bahkan bisa mencapai 1 persen dalam setahun.

Dari jumlah penduduk yang mencapai 275 juta jiwa, sangat tidak sebanding jika epicentrum dunia kerja Indonesia yang ada di Jakarta dan di Pulau Jawa.

Baca Juga: Kabar Gembira, Jemaah Umrah Indonesia tetap Bisa ke Tanah Suci meski Omicron Naik, Inilah Alasannya

Halaman:

Editor: Muslikhin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X